DKI Buka 13 Usaha di Sektor Pariwisata, Bioskop dan Gym Belum

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gumilar Ekalaya saat ditemui di gedung Disparbud, DKI Jakarta, 17 September 2019. Antara/Ricky Prayoga

    Gumilar Ekalaya saat ditemui di gedung Disparbud, DKI Jakarta, 17 September 2019. Antara/Ricky Prayoga

    TEMPO.CO, Jakarta - Provinsi DKI Jakarta memperpanjang pembatasan jenis kegiatan atau usaha di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang boleh beroperasi pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi fase 1 saat ini. Hanya 13 kegiatan usaha yang tetap boleh buka, sisanya belum boleh, seperti bioskop dan gym.

    "Kami mempertimbangkan banyak faktor itu terutama untuk menekan penyebaran Covid-19," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Gumilar Ekalaya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2020.

    Perpanjangan pembatasan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 2976 Tahun 2020. Selain bioskop dan gym, kegiatan lain yang belum boleh dilaksanakan adalah biliard, bowling, ice skating, taman rekreasi keluarga atau permainan anak, kolam renang dan water park, tenis lapangan, kolam pemancingan, hingga akad nikah di dalam gedung.

    Sebelumnya, ada 13 kegiatan dan usaha yang tetap boleh buka mulai 14 sampai 27 Agustus 2020. Mereka boleh buka dengan sejumlah syarat. “Kami mempertimbangkan beberapa sektor usaha yang boleh dibuka dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat tentunya," kata dia.

    Daftar 13 kegiatan atau usaha berserta syaratnya, yaitu sebagai berikut:

    1. Hotel atau Akomodasi
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, ruang pertemuan 50 persen dari kapasitas.

    2.Restoran atau Rumah Makan
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan hanya diperbolehkan melaksanakan pertunjukan jenis musik akustik.

    3. Kawasan Pariwisata
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.

    4.Taman Margasatwa atau Kebun Binatang
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung. 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.

    5. Museum dan Galeri
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas.

    6. Pantai Wisata Kepulauan Seribu
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas.

    7. Perawatan Jasa Rambut
    (Salon/Barbershop) Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung 50 persen dari kapasitas, hanya diperbolehkan melaksanakan perawatan rambut.

    8. Taman Rekreasi Indoor dan Outdoor
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas tempat pariwisata ini dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk.

    9. Golf dan Driving Range
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas.

    10. Pertunjukan di Ruang terbuka
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas dan anak usia di bawah 9 tahun serta usia di atas 60 tahun dilarang masuk. Harus memiliki surat terbuka persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.

    11. Produksi Film
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.

    12. Corporate Event
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.

    13. Meeting/Seminar/Workshop
    Maksimal pemilik usaha, pekerja, pengunjung, 50 persen dari kapasitas. Harus memiliki surat persetujuan teknis dari Dinas Parekraf.

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.