Strategi Baru Tangkal Covid-19, Pemerintah Banten Percepat Hasil Tes Swab

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Banten, Wahidin Halim. wikipedia.org

    Gubernur Banten, Wahidin Halim. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Provinsi Banten menilai perlu merumuskan ulang dan mengkaji bersama-sama bentuk strategi baru untuk meminimalisir dan menangkal kasus Covid-19. Salah satunya dengan mempercepat hasil tes swab yang sudah masif.

    "Supaya hasilnya diketahui tidak terlalu lama. Dikhawatirkan 
    jika terkonfirmasi Covid-19, pergi pergi ke mana-mana dan menular kepada yang lain," kata Gubernur Banten Wahidin Halim, Senin, 24 Agustus 2020.

    Gubernur Wahidin juga sudah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar dan Dinas Kesehatan agar memaksimalkan anggaran kesehatan untuk upaya dan langkah-langkah yang lebih taktis dan segera. Di antaranya adalah kluster perkantoran. Sehingga kebijakan bekerja dari rumah tetap diperpanjang.

    Wahidin meminta pemilahan aparatur sipil negara (ASN) bagian pelayanan publik dan yang bukan bagian pelayanan publik. Pelaksanaan pelacakan (tracing) harus dilakukan dengan baik serta melakukan tes swab bagi ASN yang pulang dari luar kota.

    "Kita harus mengantisipasi segala hal dan dimulai dari kita dahulu. Karena mereka melayani masyarakat.” Para pegawai diharapkan bisa terus turut mengedukasi masyarakat.

    Wahidin membuka diri jika para walikota dan bupati memiliki cara atau metode hasil analisa lapangan dan hal-hal yang dapat dilakukan melalui pendekatan tertentu untuk pengurangan penularan. "Jika diperlukan, ada sanksi sosial." Ia menyebut Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang  Peningkatan Disiplin Dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian  Covid-19 sebagai alasan penerapan sanksi.

    Gubernur mengapresiasi kinerja kepala daerah Tangerang Raya yang dinilainya sudah maksimal menangani pandemi Covid-19. Wilayah Tangerang Raya berbatasan langsung dengan DKI Jakarta.

    Menurut dia, mobilitas masyarakat yang semakin meningkat menimbulkan kluster impor yang terus bertambah. "Saya hargai (kepala daerah Tangerang Raya) sudah sangat aktif turun ke masyarakat.” Ia mengakui bahwa menangani masyarakat yang heterogen dengan budaya yang berbeda-beda, aktifitas sosial yang sangat tinggi memiliki tingkat kesulitan tersendiri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.