2 Terduga Pelempar Bom Molotov ke Kantor PDIP Bogor Anggota FPI

Ilustrasi bom molotov. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Dua dari lima terduga pelaku pelemparan bom molotov ke kantor Sekretariat Anak Cabang PDIP Bogor merupakan anggota Front Pembela Islam atau FPI.

Kuasa hukum dari Pushami, Azis Yanuar, selaku pihak yang mendampingi mereka membenarkan hal tersebut. "Ada dua orang (anggota FPI)," kata Azis dikonfirmasi Tempo, Senin 24 Agustus 2020.

Azis mengatakan dirinya hanya mendapat info yang ditangkap dan ditahan oleh polisi, ada lima orang.

Artinya Azis belum menerima secara utuh laporan pastinya. Azis menyebut polisi telah menangkap lima orang yang keseluruhannya berdomisili di Kabupaten Bogor dan sekitarnya. Namun mewakili kliennya, Azis mengatakan protes atas penahanan tersebut sebab sejak ditangkap pada 20 Agustus kemarin kliennya tidak mendapat surat penangkapan dan penahanan.

"Bahkan klien kami tidak dapat ditemui, baik oleh keluarga atau kuasa hukumnya," kata Azis.

Dari lima terduga pelaku itu ialah berinisial AS alias I, AS alias A, K, B dan D. Dari kelima orang itu, Azis menyebut dua diantaranya adalah klien dia yang mana mereka ditangkap dan ditahan oleh pihak Kepolisian Resor Bogor dengan tuduhan terlibat kasus bom molotov yang terjadi pada tanggal 28 dan 29 Juli lalu tanpa surat perintah penangkapan dan penahanan.

Azis mengatakan sejak ditangkap dan ditaha2n, tidak diketahui kondisi kliennya seperti apa karena tidak dapat ditemui tanpa alasan jelas. "Klien kami tidak jelas keberadaannya dan kondisinya hingga saat ini," ucap Azis.

Saat dikonfirmasi soal penangkapan kelima terduga pelaku pelempar bom molotov ke kediaman dan kantor sekretariat PAC PDIP di Bogor itu, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena, mengatakan kasus yang terjadi pada dini hari 28 dan 29 Juli itu untuk segala informasinya telah diarahkan langsung ke Kabid Humas Polda Jabar. "Untuk statmen kasus ini, silahkan langsung ke pak Kabid Humas Polda Jabar," jawab Ita melalui sambungan telepon, Senin 24 Agustus 2020.

Tempo coba menghubungi Kabid Humas Polda Jabar, Komisaris Besar Erdi A. Chaniago, namun perwira menengah polisi itu belum merespon baik telepon atau pesan.

Begitu pun kedua korban pelemparan Bom Molotov ke kediaman dan kantor sekretariat PDIP, Yakni Muad Khalim (Cileungsi) dan Rosenfield (Megamendung) mengaku belum menerima informasi resmi tentang sudah tertangkapnya pelaku pelempar bom itu. "(Penangkapan) Pelaku di Megamendung belum ada kabar," jawab Rosenfil singkat.






15 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Kekinian, Seru buat Kongko

6 jam lalu

15 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Kekinian, Seru buat Kongko

berikut tempat ngopi di Bogor dengan konsep alam yang instagramable murah seru dan enak jadi tempat nongkrong


Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

9 jam lalu

Puan Maharani: PDIP dan PKB Sama-sama Partai Wong Sendal Jepit

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyebut dirinya sudah sering bertukar pikiran dengan Cak Imin yang juga Wakil Ketua DPR di Gedung DPR.


Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

10 jam lalu

Kala Dewan Kolonel Jadi Guyon di Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin

Pertemuan Puan Maharani dan Cak Imin diwarnai candaan seputar Dewan Kolonel yang diinisiasi politkus PDIP Johan Budi Pribaowo.


Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

14 jam lalu

Puan Maharani soal Dewan Kolonel: Itu Hanya Nama dan Bentukan

Hari ini di Taman Makam Pahlawan, mereka yang mengisi Dewan Kolonel hadir mendampingi Puan Maharani.


Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

15 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Bertemu, dari Ziarah hingga Catwalk di Zebra Cross

Meski sudah sering bertemu, Puan Maharani pun menyebut pertemuan dengan Cak Imin hari ini spesial.


Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

18 jam lalu

Puan Maharani dan Cak Imin Ziarah ke Makam Taufiq Kiemas

Puan Maharani didampingi sejumlah politikus PDIP, seperti Bambang Wuryanto, Utut Adianto, hingga Trimedya Panjaitan.


Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

20 jam lalu

Survei: Elektabilitas PDIP Tertinggi di Jakarta, Disusul PSI dan Gerindra

NSN melansir hasil surveinya yang menempatkan PDIP dan PSI menduduki peringkat teratas elektabilitas di DKI Jakarta.


Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

1 hari lalu

Megawati Ingin Bangun Kantor Partai di Empat Pulau Terluar, Ini Alasannya

Ketua Umum PDIP Megawati ingin memiliki kantor partai di Sabang, Merauke, Miangas, dan Pulau Rote


Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

1 hari lalu

Usai Temui Rocky Gerung, Gibran: Sudah Tidak Ada Lagi Cebong dan Kampret

Gibran mengatakan kunjungannya ke rumah Rocky Gerung yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu tidak ada ketegangan justru berdiskusi santai


Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

1 hari lalu

Muhaimin Iskandar dan Prabowo Subianto Sepakat Rekrut Lebih Banyak Partai untuk Gabung ke Koalisi Mereka

Muhaimin Iskandar menyatakan telah sepakat dengan Prabowo Subianto untuk terus memperbesar koalisi mereka dengan merekrut partai lainnya.