Modul Pengelolaan Kampung Susun Akuarium Bisa Ditiru Rusunawa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana hunian di Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Perumda Pasar Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta masih menggodok alokasi penerima manfaat Rusun Pasar Rumput, termasuk konsep kepemilikan apakah menjadi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau milik (rusunami) yang diharapkan dapat diputuskan pada Oktober 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Suasana hunian di Rumah Susun (Rusun) Pasar Rumput, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2020. Perumda Pasar Jaya bersama Pemprov DKI Jakarta masih menggodok alokasi penerima manfaat Rusun Pasar Rumput, termasuk konsep kepemilikan apakah menjadi rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau milik (rusunami) yang diharapkan dapat diputuskan pada Oktober 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Rujak Center for Urban Studies, Elisa Sutanudjaja, berharap modul manajemen pengelolaan Kampung Susun Akuarium yang tengah disusun dapat diadopsi di rumah susun sewa atau rusunawa Jakarta berbasis komunitas.

    Dia mengatakan, pemerintah DKI gagal dalam aspek manajemen pengelolaan rusunawa.

    "Kenapa kami menyiapkan ini, karena kami tahu bahwa manajemen rusunawa DKI selalu menyisakan justru orang tidak bisa bersih, terlalu banyak batasan-batasan yang tidak masuk akal. Studinya sudah banyak sekali soal kegagalan manajemen rusunawa di DKI," kata dia dalam diskusi virtual, Senin, 24 Agustus 2020.

    Rujak Center bersama dengan Jakarta Property Institute dan salah satu manajemen properti internasional sedang merumuskan modul pengelolaan rumah susun atau rusun di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara. Pembahasannya juga melibatkan warga Kampung Akuarium.

    Pembangunan hunian ini berkonsep kampung susun, sehingga dinamakan Kampung Susun Akuarium.

    Pemerintah DKI berencana membangun Kampung Susun Akuarium pada September 2020. Nantinya akan ada lima blok kampung susun dengan total 241 unit hunian di atas tanah seluas 10.300 meter persegi itu.

    Elisa menyampaikan akan ada lima modul manajemen pengelolaan kampung susun. Isinya soal kepenghunian, keuangan, kebencanaan, kebersihan, dan hal teknis atau engineering.
    Kepenghunian mengatur teknis perpindahan unit ke koperasi warga apabila penghuni tak lagi menempati rusun.

    Salah satu isi modul keuangan membahas ihwal penghitungan biaya perbaikan rusun. Selanjutnya, modul kebersihan mendetail bagaimana peran serta warga dalam membersihkan rusun.

    "Saat ini kami sudah membuat tiga modul. Yang agak susah finance (keuangan), karena harus menghitung sinking fund (seperti dana cadangan), ke depannya harus berapa uang untuk perbaikan dan juga soal engineering," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.