Inilah Asal Usul Senjata Api yang Digunakan untuk Menembak Bos Pelayaran

Salah satu tersangka dihadirkan dalam rilis kasus penembakan pengusaha pelayaran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2020. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengungkap asal-usul senjata api jenis Browning Double Action 380 Auto yang digunakan untuk menghabisi nyawa bos pelayaran Sugiyanto di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dari hasil penyidikan, pistol asal Itali itu dibeli oleh tersangka Arbain Junaedi seharga Rp 20 juta dari seorang tersangka lain, Supriyanto. 

"Dia beli 2012," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tubagus Ade Hidayat saat dikonfirmasi, 25 Agustus 2020.  

Ade menerangkan, Arbain mengenal Supriyanto saat ikut dalam pengajian di kawasan Sepatan, Banten. Dari pertemuan itu, Arbain meminta temannya mencarikan senjata api.

"Tersangka AJ (Arbain) ini hobi berburu, makanya dia minta dicarikan senjata api itu," kata Ade. 

Menanggapi permintaan itu, Supriyanto menghubungi temannya yang terdaftar sebagai anggota Perbakin Bengkulu bidang berburu bernama Totok. Tersangka Totok menawarkan senjata api Browning Double Action 380 Auto seharga Rp 20 juta, sudah termasuk dengan amunisi merek Fiochi kaliber 380 Auto sejumlah 48 butir. 

Selama delapan tahun, senjata itu kemudian hanya disimpan saja oleh Arbain. Baru pada 13 Agustus 2020, Arbain meminjamkan senjata itu kepada tersangka DM yang digunakan untuk menembak Sugiyanto, pemilik PT Dwi Putra Tirta Jaya.

Sugiyanto ditembak tersangka DM lima kali di depan kantornya yang berada di Ruko Royal Square Kelapa Gading saat akan pulang untuk makan siang. Sugiyanto tewas dengan tiga luka peluru yang menembus kepala dan dadanya.  

Polisi menangkap 10 tersangka dari kasus pembunuhan berencana itu, termasuk Arbain. Polisi juga menangkap Supriyanto dan Totok dengan sangkaan jual-beli senjata api ilegal.

Totok, Supriyanto, dan Arbain dibidik dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.






Soal Ancaman Hukuman Ferdy Sambo: Pidana Penjara Tidak Boleh Melebihi 20 Tahun?

2 hari lalu

Soal Ancaman Hukuman Ferdy Sambo: Pidana Penjara Tidak Boleh Melebihi 20 Tahun?

Ferdy Sambo terancam hukuman maksimal. Apabila vonis kepada terpidana lebih dari 20 tahun, satu-satunya cara memvonis yaitu hukuman seumur hidup.


Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Bareskrim

4 hari lalu

Putri Candrawathi Jalani Pemeriksaan Kesehatan di Bareskrim

Putri Candrawathi keluar dari ruang kesehatan Bareskrim Mabes Polri pukul 12.48 WIB. Ia mengenakan blazer biru muda dan tampak terus tertunduk.


Putri Candrawathi Hari ini Datangi Bareskrim untuk Wajib Lapor

4 hari lalu

Putri Candrawathi Hari ini Datangi Bareskrim untuk Wajib Lapor

Arman tidak menjelaskan pukul berapa Putri Candrawathi tiba di Bareskrim. Namun ia membenarkan Putri sudah di dalam Bareskrim.


Anies Tetapkan Sembilan Rencana Rute LRT Jakarta, Simak Rinciannya

5 hari lalu

Anies Tetapkan Sembilan Rencana Rute LRT Jakarta, Simak Rinciannya

Sembilan jalur LRT Jakarta yang tertuang dalam Peraturan Gubernur DKI Nomor 31 Tahun 2022 disebut selaras dengan rencana induk transportasi Jakarta


Rasamala Aritonang Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ini Jejak Setelah Gagal TWK KPK

5 hari lalu

Rasamala Aritonang Jadi Kuasa Hukum Ferdy Sambo, Ini Jejak Setelah Gagal TWK KPK

Kesediaan Rasamala Aritonang membela Ferdy Sambo mengejutkan rekan-rekannya sesama eks penyidik KPK, khususnya yang diberhentikan karena gagal TWK.


Polri Serahkan 11 Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J ke JPU Senin Pekan Depan

5 hari lalu

Polri Serahkan 11 Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J ke JPU Senin Pekan Depan

Tempat penyerahan tersangka dan bukti kasus pembunuhan Brigadir J dengan tersangka Ferdy Sambo Cs akan dilakukan di Bareskrim Polri.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

6 hari lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Perubahan Nama Jalan Tahap Dua di Jakarta, Riza Patria: Sudah Disusun

8 hari lalu

Perubahan Nama Jalan Tahap Dua di Jakarta, Riza Patria: Sudah Disusun

Wagub DKI Riza Patria mengatakan rencana perubahan nama jalan di Jakarta sudah disusun, tapi belum bisa diumumkan


Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

10 hari lalu

Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

KontraS mengungkap fakta kasus mutilasi 4 warga Papua oleh para anggota TNI. Berbeda dari temuan polisi.


Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

13 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,