DPRD: Persentase Kasus Positif Covid-19 DKI 10, Pemerintah Perlu Mitigasi Ulang

Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta -  Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Ima Mahdiah menilai kondisi pandemi di Jakarta semakin buruk setelah naiknya angka persentase kasus positif Covid-19 menjadi 10 persen. Menurut Ima, Pemerintah DKI perlu mitigasi ulang untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Upaya penanggulangan wabah oleh Pemerintah DKI, kata Ima, semakin memburuk. “Jika berhasil tidak akan menembus angka 10 persen," ujar dia saat dihubungi, Selasa 25 Agustus 2020.

Menurut dia, meningkatnya angka positivity rate karena implentasi sejumlah kebijakan DKI sangat lemah, ditambah dengan pengawasan Pemerintah DKI di lapangan juga tidak maksimal.

Ima mendesak Pemerintah DKI untuk serius dalam menerapkan kebijakan yang telah ditetapkan untuk menekan angka penularan Covid-19, serta mengurangi hal-hal yang tidak esensial karena tidak akan efektif. "Saran saya, kerjakan dengan sungguh-sungguh strategi yang sudah dibuat.”

Anggota Komisi E DPRD DKI itu menyarankan Pemerintah DKI mengurangi gimmick-gimmick yang dinilainya tidak perlu seperti memasang masker di patung Sudirman dan pemasangan peti mati di tempat umum. “Itu tidak akan menggerakkan masyarakat."

Ima juga meminta warga DKI untuk berdisiplin menerapkan protokol Covid-19 karena kondisi Jakarta masih belum aman dari penularan Covid-19. Saat ini jumlah akumulasi kasus positif sudah mencapai 34.295. Pada Senin kemarin dilaporkan ada 659 pertambahan kasus positif. 

Kemarin Tim Gugus Covid-19 DKI Jakarta mencatat angka persentase kasus positif Covid-19 pekan ini  10 persen. Angka itu naik dari sebelumnya 9,6 persen.  "Persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10 persen," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI  Dwi Oktavia.

Menurut Dwi positivity rate Jakarta sejak awal pandemi 6,1 persen sudah diatas standar WHO yaitu 5 persen. Padahal sebelum DKI beralih dari transisi positivity rate DKI di bawah standar WHO.

Pada perpanjangan PSBB transisi 13 Agustus lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan angka persentase kasus positif pekan itu 8,7 persen.

Pemprov DKI, kata Anies akan berusaha menekan positivity rate dengan tetap meningkatkan kapasitas tes untuk memutus rantai penularan virus. "Sehingga masyarakat yang terkonfirmasi positif apalagi yang tanpa gejala dapat segera mengisolasi diri dan bisa mencegah penularan lebih lanjut."

 

 






Berita terkait tidak ada