Tabrak Orang hingga Tewas, Aurelia Margaretha Divonis 5,5 Tahun Penjara

Aurelia Margaretha Yulia 26 tahun penabrak pejalan kaki dan seekor anjing hingga tewas di Karawaci divonis hakim Pengadilan Negeri Tangerang 5 tahun 6 bulan bui. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum yakni hukuman 11 tahun penjara. Selasa 25 Agustus 2020. TEMPO/AYU CIPTA

TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Tangerang menjatuhkan vonis 5 tahun 6 bulan penjara terhadap Aurelia Margaretha Yulia 26 tahun dalam sidang yang digelar Selasa, 25 Agustus 2020.

Aurelia adalah terdakwa penabrak pejalan kaki dan anjingnya yang tewas di Karawaci Kota Tangerang akhir Maret 2020 lalu.

Sidang putusan berlangsung dengan protokol kesehatan dipimpin Ketua Majelis Hakim Arif Budi Cahyono. Putusan majelis hakim itu jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tangerang yang menuntut Aurelia dengan hukuman 11 tahun penjara.

"Saya pikir-pikir," kata Jaksa Haerudin, penuntut umum di hadapan majelis hakim.

Adapun Aurelia yang mengenakan rompi merah terlihat berkonsultasi dengan tim penasihat hukumnya.

"Kami juga pikir-pikir," kata Charles Situmorang kuasa hukum terdakwa dalam ruang sidang Pengadilan Negeri Tangerang.

Hakim Arif Budi menyatakan Aurelia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 311 ayat (5) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

"Menimbang berdasarkan keterangan saksi dan visum, akibat kecelakaan itu korban meninggal, itu hal memberatkan," kata Arif Budi.

Dia menambahkan akibat kematian itu menimbulkan trauma bagi keluarga korban.

Adapun sejumlah hal meringankan juga disebutkan Hakim Arif di antaranya, terdakwa tulang punggung keluarga, pengidap bipolar (-ditunjukkan keterangan surat dari dokter), mengendarai kendaraan murni kelalaian dan terdakwa menyesali perbuatannya.

"Terlepas apakah terdakwa mabuk atau tidak, tapi berkendara setelah mengonsumsi alkohol tidak layak atau tidak boleh mengendarai kendaraan menimbang bahwa perbuatan terdakwa lalai," kata Arif.

Majelis hakim kata Arif berpendapat pemidanaan bukan sarana balas dendam tapi agar pelaku menyadari perbuatannya dan bisa kembali ke masyarakat dengan kepribadian baik dan berakhlak mulia.

"Pidana yang dijatuhkan sudah cukup adil sesuai kesalahannya," ujar Arif

Di luar persidangan meski sudah dikorting separuh dari tuntutan jaksa, Penasihat Hukum Charles tetap menyatakan keberatannya.

"Hukuman lima tahun enam bulan itu berat bagi klien kami. Dia kan memiliki bipolar, itu berpengaruh bagi kesehatan di dalam (penjara)," kata Charles.

Adapun Jaksa Haerudin juga menyatakan langsung berkonsultasi dengan Kepala seksi pidana umum Aka Kurniawan. "Saya sih tadi walaupun pikir-pikir tapi langkah selanjutnya banding," kata Haerudin kepada Tempo.

Sebab menurut Haerudin vonis hakim jauh dari tuntutan yang disampaikan dalam persidangan sebelumnya 11 tahun penjara.

Aurelia menabrak pejalan kaki Andre Njotohusodo (50) dan anjing kesayangannya di Kompleks Lippo Karawaci, Kota Tangerang. Dia diduga berada di bawah pengaruh alkohol saat kejadian.

Polisi menyatakan wanita berusia 26 tahun itu sempat menenggak soju, minuman keras asal Korea, sebelum berkendara.

Dari hasil pemeriksaan, polisi, Aurelia menenggak soju pada pukul 14.00 - 15.30 . Dalam salah satu video yang viral, juga terlihat botol diduga soju di kursi penumpang Honda Brio yang dikendarai Aurelia Margaretha.

Aurelia juga terlibat penyerangan dengan istri korban yang marah karena suaminya ditabrak. Penyerangan terjadi di samping jasad Andre yang sudah terbujur kaku.

Peristiwa pilu itu terjadi di Lippo Karawaci pada Ahad sore 29 Maret 2020 sekitar pukul 16.30. Saat itu korban tengah jalan sore bersama istri dan anjingnya di pinggir jalan. Mobil Aurelia tiba-tiba menyeruduk Andre dan anjingnya dari belakang.

Laju mobil baru berhenti setelah menabrak sebuah pohon dan mengakibatkan kendaraan itu ringsek. Sementara itu korban serta anjingnya tewas seketika usai dihantam mobil.

Setelah kecelakaan tersebut, warga berkerumun di sekitar lokasi kejadian dan memvideokannya. Insiden itu pun menjadi viral karena pelaku malah berusaha menganiaya istri korban yang selamat dari kecelakaan. Dalam video yang beredar, Aurelia berusaha menjambak korban.

Keluarga korban Andre yang turut mengikuti jalannya sidang vonis menangis. Perempuan yang disebut kakak korban itu hanya terisak dan menggelengkan kepala seakan tak percaya vonis rendah hakim yang dijatuhkan terhadap penabrak saudaranya hingga tewas itu.






Tim Transisi Otorita: Mobilitas Pejalan Kaki Prioritas Utama di IKN, Mobil dan Kendaraan Pribadi Paling Bawah

1 hari lalu

Tim Transisi Otorita: Mobilitas Pejalan Kaki Prioritas Utama di IKN, Mobil dan Kendaraan Pribadi Paling Bawah

Wicaksono Sarosa mengatakan mobilitas di IKN berorientasi dan memprioritaskan pada manusia serta pejalan kaki.


Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

3 hari lalu

Obat-Obat Keras Golongan G Dijual Bebas di Toko-toko Kosmetik di Tangerang

Polisi menangkap para penjual obat-obat keras golongan G di Tangerang. Dijual dengan berkedok toko kosmetik.


Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

3 hari lalu

Polisi Tangkap Tiga Penjual Obat Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid Berkedok Kios Kosmetik

Polisi Sektor Sepatan Polres Metro Tangerang menangkap tiga penjual obat keras seperti Tramadol, Eximer, dan Teihexypenid.


Polisi Tangkap 2 Pencuri Kabel BCC Penangkal Petir di Kota Tangerang

7 hari lalu

Polisi Tangkap 2 Pencuri Kabel BCC Penangkal Petir di Kota Tangerang

Kedua pencuri kabel penangkal petir di apartemen itu dikenakan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.


Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

8 hari lalu

Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

Tiga warga asal Kota Depok dan Tangerang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif cacar monyet pertama di Indonesia


Puluhan Orang Demo Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup

9 hari lalu

Puluhan Orang Demo Tuntut Padi Padi Picnic Ditutup

Restoran Padi Padi Picnic sempat viral di media sosial karena menawarkan pemandangan hamparan sawah


Polisi Tangkap Jambret Spesialis Handphone di Tangerang, Incar Emak-Emak Bermotor Bawa Tas

10 hari lalu

Polisi Tangkap Jambret Spesialis Handphone di Tangerang, Incar Emak-Emak Bermotor Bawa Tas

Para korban mengalami luka pada kaki dan tangan karena terjatuh dari sepeda motor usai tasnya dirampas jambret itu.


Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Besi Pabrik di Tangerang, Pelaku Karyawan Sendiri

11 hari lalu

Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Besi Pabrik di Tangerang, Pelaku Karyawan Sendiri

Para tersangka pencuri besi itu dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

11 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.


Penipu Bisa Ubah Daun Jadi Uang di Tangerang juga Mengaku Bisa Beri Pekerjaan Gaji per Jam

12 hari lalu

Penipu Bisa Ubah Daun Jadi Uang di Tangerang juga Mengaku Bisa Beri Pekerjaan Gaji per Jam

Penipu yang ditangkap di Neglasari Tangerang punya janji-jani untuk memikat calon korban. Ubah daun jadi uang dan menghilangkan guna-guna.