Kriminolog Sebut Groupthink di Kasus Penembakan di Kelapa Gading, Apa Itu?

Editor

Dwi Arjanto

Rekonstruksi kasus penembakan terhadap pengusaha perusahaan pelayaran bernama Sugiyanto di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 25 Agustus 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

TEMPO.CO, Jakarta -Kriminolog Reza Indragiri Amriel menyebut fenomena groupthink bisa jadi melandasi terbentuknya komplotan pembunuhan berencana yang menewaskan Sugianto, 51 tahun, seorang bos perusahaan kapal kargo dalam penembakan di Kelapa Gading.

Diketahui komplotan tersebut diantaranya terdiri dari mantan murid perguruan orangtua Nur Luthfiah, tersangka yang juga seorang karyawati administrasi perusahaan tersebut di bagian keuangan.

“Terdesak oleh waktu, orang-orang tersebut harus membuat keputusan secepat-cepatnya dengan pertimbangan yang terlalu sederhana, demi mempertahankan identitas mereka sebagai kelompok,” jelas Reza saat dihubungi Tempo pada Selasa, 25 Agustus 2020.

Hal tersebut, menurutnya, bisa jadi melandasi terbentuknya kelompok tersebut. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa groupthink atau pemikiran berkelompok dapat memerangkap orang-orang di dalamnya, demi mempertahankan ikatan tersebut. Bahkan, menurutnya, misi membunuh bisa jadi misi kesekian, namun misi terdepannya adalah memastikan keberadaan “kita” sebagai kelompok tetap eksis.

Ia mencatut sebuah ungkapan seorang neurolog Austria Viktor Frankl, yang menjelaskan bahwa seseorang dapat menenggelamkan identitas kepribadian diri masing-masing ke dalam diri kelompok, atau yang disebut sebagai konformitas ekstrim. “Konformitas ekstrim ini yang -tanpa sengaja- menjadikan mereka sebagai komplotan pelaku pembunuhan berencana,” jelas ahli psikologi forensik ini.

Perihal peran Nur sebagai otak komplotan, menurut Reza dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tidak dikenal istilah tersebut, maupun sebutan sejenisnya seperti dalang.

“Kita harus pilah seberapa jauh peran yang bersangkutan, mulai dari titik munculnya ide, eksekusi korban hingga tahap penghilangan barang bukti,” katanya. Menurutnya harus dibuktikan apakah tersangka memang benar-benar terlibat lewat peran yang signifikan dalam setiap tahapan pembunuhan berencana tersebut.

Menurut penuturan Polda Metro Jaya lewat konferensi pers pada Senin, 24 Agustus 2020, Nur didakwa sebagai tersangka yang mendalangi kasus pembunuhan berencana terhadap bosnya. Yang bersangkutan mengutarakan niat menghabisi tersebut kepada suami sirinya, tersangka Ruhiman alias Mahmud.

Mahmud kemudian mengajak ketujuh orang rekannya untuk berkomplot melaksanakan rencana tersebut, dengan dalih sesama mantan murid orangtua Nur.  “Ini anaknya Pak Kiai minta tolong untuk melewatkan orang,” kata Mahmud dalam pertemuan perencanaan di Serpong, Tangerang pada 6 Agustus 2020.

WINTANG WARASTRI






Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

4 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,


Ferdy Sambo Diduga Sakit Jiwa Superpower, Apa Itu Sifat Superpower?

9 hari lalu

Ferdy Sambo Diduga Sakit Jiwa Superpower, Apa Itu Sifat Superpower?

Komnas HAM menduga lantaran merasa berkuasa, Ferdy Sambo meyakini dirinya dapat mempengaruhi pihak-pihak yang akan membongkar kejahatannya.


Deolipa Yumara Sebut Putri Candrawathi Lebih Berbahaya daripada Irjen Ferdy Sambo

9 hari lalu

Deolipa Yumara Sebut Putri Candrawathi Lebih Berbahaya daripada Irjen Ferdy Sambo

Deolipa Yumara menuding Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf memprovokasi Ferdy Sambo untuk melakukan pembunuhan berencana.


Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

11 hari lalu

Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

Sosok Muchdi Pr mendapat sorotan publik setelah peretas Bjorka membocorkan kronologis pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.


Ponsel Tersangka Kasus Brigadir J Raib, Pakar IT: Polisi Bisa Usut Rekam Digital dari Back-up dan Operator

13 hari lalu

Ponsel Tersangka Kasus Brigadir J Raib, Pakar IT: Polisi Bisa Usut Rekam Digital dari Back-up dan Operator

Ruby Zukri Alamsyah mengungkapkan kepolisian semestinya harus menyelidiki jejak digital rekaman handphone dari para tersangka Brigadir J yang hilang.


LPSK Persilakan Bripka Ricky Rizal Ajukan JC Sepanjang Memenuhi Syarat

14 hari lalu

LPSK Persilakan Bripka Ricky Rizal Ajukan JC Sepanjang Memenuhi Syarat

Edwin Partogi Pasaribu mengatakan Bripka Ricky Rizal bisa mengajukan justice collaborator (JC) apabila persyaratan terpenuhi.


Hasil Pemeriksaan Lie Detector Putri Candrawathi Tak Diungkap ke Publik: Pro Justitia

16 hari lalu

Hasil Pemeriksaan Lie Detector Putri Candrawathi Tak Diungkap ke Publik: Pro Justitia

Putri Candrawathi dan ART bernama Susi diperiksa Tim Khusus Bareskrim Polri di Puslabfor, Sentul, Bogor, menggunakan perangkat lie detector.


Mengenal Tim Siber Dittipidsiber, Tim Pemeriksa Ferdy Sambo Soal Obstruction of Justice

16 hari lalu

Mengenal Tim Siber Dittipidsiber, Tim Pemeriksa Ferdy Sambo Soal Obstruction of Justice

Ferdy Sambo jalani pemeriksaan terkait obstruction of justice (penghalangan penyidikan). Eks Kadiv Propam itu diduga menghilangkan alat bukti CCTV.


Ferdy Sambo Akan Diperiksa Tim Siber Bareskrim Polri Besok

18 hari lalu

Ferdy Sambo Akan Diperiksa Tim Siber Bareskrim Polri Besok

Ferdy Sambo, akan diperiksa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri besok, Rabu, 7 September 2022.


Polri Belum Akan Periksa Tiga Kapolda yang Diduga Sokong Skenario Ferdy Sambo

18 hari lalu

Polri Belum Akan Periksa Tiga Kapolda yang Diduga Sokong Skenario Ferdy Sambo

Itsus belum melakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap tiga Kapolda yang diduga terlibat menyokong skenario Ferdy Sambo