Keluarga Bos Pelayaran Laporkan Nur Luthfiah Atas Dugaan Penggelapan Uang

Tersangka kasus penembakan yang menewaskan pengusaha pelayaran, Syahrul (kanan) bersama Dikky Mahfud saat melakukan adegan rekonstruksi di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa, 25 Agustus 2020. Resmob Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi di dua lokasi berbeda yakni di Polda Metro Jaya dan di Kelapa Gading. Para tersangka menjalani 34 adegan rekonstruksi mulai dari perencanaan, persiapan senjata dan pasca penembakan. Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP dan/atau Pasal 1 ayat 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau paling lama penjara 20 tahun. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Keluarga bos pelayaran Sugiyanto melaporkan Nur Luthfiah ke Polres Metro Jakarta Utara terkait dugaan penggelapan uang perusahaan. Nur merupakan karyawan bagian keuangan di perusahaan milik Sugiyanto sekaligus menjadi otak pembunuhan bosnya sendiri. 

"Keluarga korban, pihak korban, merasa dirugikan sehingga membuat laporan polisi terkait penggelapan dalam jabatan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Sudjarwoko saat dikonfirmasi, Rabu, 26 Agustus 2020. 

Baca Juga: Tersangka Otak Penembak Bos Pelayaran Kelapa Gading Mengaku Sering Dirundung

Sudjarwoko menjelaskan ada beberapa hal yang dilaporkan keluarga Sugiyanto terkait dugaan penggelapan uang perusahaan itu. Mengenai besaran kerugian yang diklaim keluarga mencapai Rp 100 juta. Karena laporannya baru masuk, Sudjarwoko belum bisa menjabarkan lebih detail."Saat ini kami masih berusaha mendalaminya," kata dia. 

Nur diduga membunuh bosnya sendiri karena ketakutan dilaporkan polisi, setelah tindakannya menggelapkan uang perusahaan ketahuan. Selain itu, Nur mengaku sakit hati telah dilecehkan oleh korban secara verbal dan kerap dicaci maki saat bekerja. 

Dengan bantuan suami dan delapan orang temannya, Nur menghabisi nyawa bosnya dengan cara ditembak dari belakang pada 13 Agustus 2020. Kejadian itu berlangsung di Ruko Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara atau tak jauh dari lokasi kantor korban. 

Setelah delapan hari buron, polisi berhasil mengungkap kasus itu dan menangkap Nur di rumahnya di kawasan Cilengsi, Bogor. Selain itu, polisi juga menangkap suami serta delapan pelaku lainnya di Lampung dan Surabaya. 

Para pelaku itu antara lain Ruhiman alias Mahmud (42 tahun), Dikky Mahfud (50), Syahrul (58), Rosidi (52), Mohammad Rivai (25), Dedi Wahyudi (45), Arbain Junaedi (56), Sodikin (20), dan Raden Sarmada (45). 

Selain itu, polisi juga berhasil menangkap 2 tersangka lainnya yang menjual-belikan senjata api ilegal yang digunakan untuk menembak korban, yakni Suprayitno (57) dan Totok Hariyanto (64). Sehingga total jumlah tersangka dalam kasus ini sebanyak 12 orang. 

Atas perbuatan itu, para pelaku dijerat dengan Pasal 340 KUHP dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana, lalu Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api. Mereka terancam pidana hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.






Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

13 jam lalu

Ini Kronologi Mutilasi 4 Warga Papua oleh anggota TNI Versi KontraS

KontraS mengungkap fakta kasus mutilasi 4 warga Papua oleh para anggota TNI. Berbeda dari temuan polisi.


Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

4 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,


Kerugian dari Perampokan Toko Emas di BSD Tangsel Rp 375 Juta

4 hari lalu

Kerugian dari Perampokan Toko Emas di BSD Tangsel Rp 375 Juta

Nilai kerugian atas perampokan toko emas di Tangerang Selatan sekitar Rp375 juta.


Perampokan Bersenjata Api di Tangsel, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

7 hari lalu

Perampokan Bersenjata Api di Tangsel, Polisi Sebut Tak Ada Korban Jiwa

Pelaku perampokan menyasar toko emas di salah satu pusat perbelanjaan di BSD, Tangerang Selatan dan sempat menembakkan senjata apinya


Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas Terjadi di Tangerang Selatan

7 hari lalu

Perampokan Bersenjata Api di Toko Emas Terjadi di Tangerang Selatan

Pelaku perampokan sempat menembakkan senjata api ke dalam toko emas


Ferdy Sambo Diduga Sakit Jiwa Superpower, Apa Itu Sifat Superpower?

9 hari lalu

Ferdy Sambo Diduga Sakit Jiwa Superpower, Apa Itu Sifat Superpower?

Komnas HAM menduga lantaran merasa berkuasa, Ferdy Sambo meyakini dirinya dapat mempengaruhi pihak-pihak yang akan membongkar kejahatannya.


Deolipa Yumara Sebut Putri Candrawathi Lebih Berbahaya daripada Irjen Ferdy Sambo

9 hari lalu

Deolipa Yumara Sebut Putri Candrawathi Lebih Berbahaya daripada Irjen Ferdy Sambo

Deolipa Yumara menuding Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf memprovokasi Ferdy Sambo untuk melakukan pembunuhan berencana.


Perempuan Arab Saudi Kini Boleh Menembak dan Miliki Senjata Api

9 hari lalu

Perempuan Arab Saudi Kini Boleh Menembak dan Miliki Senjata Api

Setelah perempuan diibolehkan menyetir mobil sendiri, kini Arab Saudi juga mengizinkan wanita memiliki senjata api.


Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

11 hari lalu

Profil Muchdi Pr dan Perannya dalam Pusaran Kasus Pembunuhan Munir

Sosok Muchdi Pr mendapat sorotan publik setelah peretas Bjorka membocorkan kronologis pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib.


Ponsel Tersangka Kasus Brigadir J Raib, Pakar IT: Polisi Bisa Usut Rekam Digital dari Back-up dan Operator

13 hari lalu

Ponsel Tersangka Kasus Brigadir J Raib, Pakar IT: Polisi Bisa Usut Rekam Digital dari Back-up dan Operator

Ruby Zukri Alamsyah mengungkapkan kepolisian semestinya harus menyelidiki jejak digital rekaman handphone dari para tersangka Brigadir J yang hilang.