Anies Baswedan Beri Beasiswa Anak Tenaga Kesehatan yang Meninggal

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melepas 2.000 ASN sebagai petugas pengawas pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), di Balai Kota, Selasa 23 Juni 2020. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan beasiswa kepada 12 anak tenaga kesehatan DKI yang meninggal dalam bertugas melawan Covid-19.

    "Anak-anak yang menjadi amanat dan dititipkan kepada kami, kami merasa mereka perlu untuk bisa meraih cita-cita, meraih masa depan sebagaimana diharapkan oleh almarhum-almarhumah. Karena itu, kami memberikan dukungan beasiswa. Harapannya ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Kamis 27 Agustus 2020.

    Anies mengatakan penyaluran beasiswa ini akan dilaksanakan secara nontunai melalui rekening Bank DKI. Beasiswa tersebut kata dia berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 739 Tahun 2020 dan akan diberikan sampai anak tersebut lulus perguruan tinggi.

    Anies menyampaikan belasungkawa atas tenaga kesehatan yang gugur dalam bertugas melawan Covid. Dia berpesan kepada anak-anak tersebut agar tetap semangat dalam menempuh jenjang pendidikan.

    "Kami atas nama Pemprov dan masyarakat DKI Jakarta ingin menyampaikan rasa belasungkawa. dan apresiasi bahwa orang tua anak-anak semua, suami ataupun istri dari bapak-ibu semuanya adalah pribadi-pribadi yang bekerja paling dekat dengan masalah Covid-19. Kita sama-sama mendoakan, insya Allah almarhum-almarhumah disyahidkan," ujarnya.

    Berikut data penerima beasiswa :

    -Tingkat PAUD 1 orang

    -Tingkat SD 2 orang

    -Tingkat SMP 1 orang

    -Tingkat SMA 4 orang

    -Perguruan Tinggi 4 orang.

    Rincian beasiswa yang diberikan per jenjang:

    - PAUD sebesar Rp 6.000.000/tahun

    - SD sebesar Rp 9.000.000/tahun

    - SMP sebesar Rp 12.000.000/tahun

    - SMA sebesar Rp 15.000.0000/tahun

    - Perguruan Tinggi sebesar Rp 20.000.000/tahun


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.