Begini Pengamat Transportasi Kritik Rencana Jalur Sepeda di Ruas Jalan Tol

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Petugas Satuan Penegak Peraturan Daerah (Spedah) mengawasi pesepeda yang melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 26 Juli 2020. Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 30 kawasan khusus pesepeda (KKP) dan perluasan jalur sepeda sementara yang disiapkan di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan Sudirman yang menggunakan 2-3 lajur sebelah kiri. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Deddy Herlambang, Direktur Eksekutif Insttut Studi Transportasi (Intrans), mengatakan usulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperbolehkan jalur sepeda di ruas jalan tol lingkar dalam, Cawang-Tanjung Priok, dapat mengakibatkan macet total.

Dalam keterangan tertulisnya, Deddy mengatakan berdasarkan laporan PT Jasa Marga, saat ini rasio kapasitas volume (VCR) ruas tol tersebut sudah mencapai 0,8 pada hari Ahad pukul 09.00 WIB. 

Baca juga: Anies Baswedan Mau Bikin Jalur Sepeda di Jalan Tol, Warga: Perbaiki Saja yang Ada

Ia mengatakan, jika usulan itu diterima, maka setiap Ahad pagi, pukul 06.00-09.00 WIB akan ada rekayasa lalu lintas di ruas tol Cawang-Tanjung Priok sisi barat dengan menutup dua lajur. Otomatis, kata dia, sisi timur jalan tol tersebut akan dipakai oleh kendaraan bermotor dengan dua arah.

“Apabila hal ini diizinkan oleh KemenPUPR, VCR dapat melebihi angka 1 (macet total) karena normal VCR 0,8 berjalan di 4 lajur (2 arah),” ujar Deddy dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 27 Agustus 2020. 

Nilai VCR 1, kata Deddy, dapat menurunkan Level of Service (LoS) jalan tol. Hal tersebut akan mengganggu kinerja PT Jasa Marga sebagai operator. Mereka berpotensi merugi bila jalan tol ditutup selama 3 jam khusus untuk pesepeda. Selain itu, Deddy mengatakan sesuai Pasal 44 Ayat 2 Undang-Undang 38 Tahun 2004 tentang jalan, jalan tol tak dapat menjadi alternatif bagi pesepeda selama jalan umum masih tersedia. 

Skenario kedua, kata dia, apabila lajur sisi barat tidak ditutup, maka pesepeda akan berjalan berdampingan dengan kendaraan bermotor. Dengan begitu, kata dia, kendaraan bermotor akan dipaksa berjalan di bawah 60 kilometer per jam. Lantaran jalur sepeda itu bersifat sementara, Deddy mengatakan tak mungkin dibuat pembatas beton di sepanjang jalan yang akan dipakai untuk pesepeda. 

Selain itu, setiap harinya ruas jalan tol tersebut dilewati truk besar yang berjalan di sisi sebelah kiri lajur. “Lalu jalur sepeda di tol akan lewat dimana, sementara bahu jalan tol sendiri untuk jalur darurat dan jalur patrol operator jalan tol.,” tutur dia. Deddy mengatakan jalan tol harus kembali kepada fungsinya sebagai jalan bebas hambatan. Ia pun mempertanyakan mengapa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tak memanfaatkan jalur khusus pesepeda yang sekarang sudah tersedia di sejumlah jalan protokol. 

Seperti diketahui sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan satu lajur Jalan Tol Dalam Kota dijadikan jalur khusus sepeda. Usulan tersebut tertuang dalam surat permohonan bernomor 297/-1.792.1 yang berisi rencana pembuatan jalur sepeda di Tol Dalam Kota ruas Cawang-Tanjung Priok (ruas Kebon Nanas-Plumpang) itu.

Jika disetujui jalur terbentang sepanjang 10-12 kilometer dua arah di sisi barat ruas jalan dari pukul 06.00-09.00 pagi. Menurut Syafrin, pesepeda road bike tersebut memiliki spesifikasi tersendiri karena berkecepatan tinggi dan berkelompok, maka Dishub mencoba memfasilitasi dengan menyediakan jalur sepeda tersebut.






Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

8 jam lalu

Politikus PDIP Kritik Deklarasi Capres Anies oleh NasDem, Sebut Intervensi ke KPK

"Saat ini posisi Gubernur Anies masih dalam proses pemeriksaan di KPK," kata politikus PDIP Gilbert Simanjuntak


Riza Patria: Pak Anies Tak Pernah Campur Adukkan Urusan di DKI dan Politik

8 jam lalu

Riza Patria: Pak Anies Tak Pernah Campur Adukkan Urusan di DKI dan Politik

"Pak Anies memahami, selama ini, kan tidak mencampuradukkan urusan DKI dengan urusan politik," kata Wagub DKI Riza Patria


Anies Jadi Capres NasDem, Riza Patria: Saya Pilih Prabowo Subianto

10 jam lalu

Anies Jadi Capres NasDem, Riza Patria: Saya Pilih Prabowo Subianto

"Partai saya, Partai Gerindra bersepakat mengusung Pak Prabowo sebagai capres pada Pemilu 2024," kata Riza Patria


Pengamat Sebut Deklarasi Anies Capres Membuat Poros Politik Makin Mengerucut

11 jam lalu

Pengamat Sebut Deklarasi Anies Capres Membuat Poros Politik Makin Mengerucut

Agung Baskoro menilai deklarasi Anies sebagai sebagai capres oleh NasDem bakal membuat poros politik yang eksis semakin mengerucut.


Setelah NasDem, Relawan Anies Yakin PKS dan Demokrat Bakal Menyusul Deklarasi

13 jam lalu

Setelah NasDem, Relawan Anies Yakin PKS dan Demokrat Bakal Menyusul Deklarasi

Relawan Anies, Sekretariat Kolaborasi Indonesia yakin akan ada partai susulan yang segera mendeklarasikan dukungan terhadap Anies sebagai capres


Pidato Lengkap Anies di NasDem: Demokrasi, Pembangunan, dan Peribahasa Aceh

13 jam lalu

Pidato Lengkap Anies di NasDem: Demokrasi, Pembangunan, dan Peribahasa Aceh

Berbicara selama 6 menit 12 detik, Anies mengungkapkan alasannya menerima diusung sebagai Capres 2024 dan permintaannya ke Partai NasDem


Anies Capres Nasdem, PDIP: Mengada-ada, Proyek TIM Belum Selesai Tapi Diresmikan

15 jam lalu

Anies Capres Nasdem, PDIP: Mengada-ada, Proyek TIM Belum Selesai Tapi Diresmikan

Gembong Warsono memberikan catatan kepada Gubernur Anies Baswedan usai deklarasi dicalonkan menjadi presiden oleh Partai NasDem.


Jokowi Tolak Tanggapi NasDem Usung Anies Jadi Capres 2024

1 hari lalu

Jokowi Tolak Tanggapi NasDem Usung Anies Jadi Capres 2024

Anies Baswedan resmi diusung Partai NasDem menjadi capres untuk perhelatan Pilpres 2024. Diumumkan Surya Paloh.


Kata Anies Baswedan soal Cawapres: Akan Diberikan yang Terbaik Jalannya

1 hari lalu

Kata Anies Baswedan soal Cawapres: Akan Diberikan yang Terbaik Jalannya

Partai NasDem mempersilakan Anies Baswedan memilih sendiri bakal calon wakil presiden yang akan mendampinginya


Anies Jadi Capres NasDem, PDIP: Jangan Gunakan Panggung Gubernur DKI

1 hari lalu

Anies Jadi Capres NasDem, PDIP: Jangan Gunakan Panggung Gubernur DKI

"Hari ini Pak Anies statusnya sudah berubah, jangan menggunakan jabatan dia di DKI Jakarta untuk kepentingan pribadi," kata Sekretaris DPD PDIP DKI