Polisi: Otak Penembakan di Kelapa Gading Sempat Lakukan Penggelapan Uang

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Para tersangka dihadirkan dalam rilis kasus penembakan pengusaha pelayaran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2020. Polisi menangkap 12 pelaku penembakan pengusaha pelayaran Sugianto (51) di Kelapa Gading. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya mengatakan NL (inisial Nur Lutfiah), tersangka otak penembakan di Kelapa Gading atas seorang pengusaha bisnis pelayaran, Sugianto, 51 tahun, menggelapkan uang perusahaannya sebesar Rp 148 juta.

Hal tersebut diketahui setelah Sumarono Ida, komisaris dari perusahaan Sugianto,PT Dwi Putra Tirtajaya, melapor ke Kepolisian Resor Jakarta Utara, Rabu, 26 Agustus 2020 kemarin. 

Yusri mengatakan bahwa NL tega menghabisi nyawa Sugianto lantaran takut dilaporkan ke polisi akibat penggelapan dana itu. “Memang motif pembunuhan itu adalah salah satunya penggelapan pajak,” kata Yusri kepada wartawan pada Kamis, 27 Agustus 2020. 

Baca juga: Otak Penembakan di Kelapa Gading Sempat Urus Pemakaman Sugianto

Saat melakukan penggelapan, NL tengah bekerja dengan posisi admin di PT Dwi Putra Tirtajaya. Yusri mengatakan ada beberapa penggelapan lagi yang dilakukan oleh NL saat itu. Penyidik, ujar dia, kini tengah mendalami hal tersebut. 

Dalam laporannya ke Polres Jakarta Utara, Sumarono membawa barang bukti berupa satu lembar memo internal permohonan pembayaran tagihan dari PT Petro Andalan Nusantara dan satu lembar domestik transfer Bank Mandiri yang diduga dipalsukan oleh NL. Disebutkan bahwa NL menggelapkan uang yang seharusnya dipakai untuk membeli bahan bakar minyak untuk kapal laut perusahaannya. 

Dalam kasus ini, Sugianto ditembak dalam perjalanan pulang dari kantor ke rumahnya untuk makan siang di Kelapa Gading pada 13 Agustus 2020. jarang antara kantor dan rumahnya hanya sekitar 300 meter. Lelaki yang dikenal warga setempat sebagai penduduk yang ramah itu meninggal di tempat. NL menyewa dua orang pembunuh bayaran untuk menghabiskan nyawa Sugianto dengan bayaran Rp 200 juta. 

Uang muka sebesar Rp 100 juta telah ditransfer oleh NL ke rekening milik salah seorang tersangka, berinisial R alias M, sementara sisanya akan diberikan tunai pada 6 Agustus 2020.  Pria itu tak lain adalah suami siri dari NL. Dana tersebut kemudian berpindah tangan seutuhnya kepada tersangka DM, eksekutor alias pelaku penembakan Sugianto, setelah agenda tersebut terlaksana. Oleh DM, dana tersebut dibagi kepada tersangka S sebesar Rp 20 juta, juga sejumlah Rp 10 juta kepada tersangka AJ.

Polisi saat ini masih mendalami apakah NL memakai uang yang ia gelapkan itu untuk membayar para eksekutor atau tidak. “Itu masih kami dalami semuanya karena pengakuan dia uang Rp 100 juta itu dia transfer dari rekening sendiri dan Rp 100 juta (lainnya) dia pinjam dari omnya,” tutur Yusri. 






Dipukuli dan Diancam Dibunuh Ayahnya, Komedian Park Soo Hong Dilarikan ke RS

1 hari lalu

Dipukuli dan Diancam Dibunuh Ayahnya, Komedian Park Soo Hong Dilarikan ke RS

Park Soo Hong dipindahkan ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat setelah pingsan karena stres berat dan syok usai diserang ayahnya sendiri.


Kasus Penggelapan Mobil Rental di Kalideres Terungkap, Korban Menangis Bahagia

30 hari lalu

Kasus Penggelapan Mobil Rental di Kalideres Terungkap, Korban Menangis Bahagia

Korban penggelapan mobil rental itu tak menyangka kendaraan yang sudah hilang beberapa bulan itu bisa kembali ke tangannya.


Kapolsek Kalideres Minta Korban Penipuan dan Penggelapan Mobil Datang untuk Cek Kendaraannya

30 hari lalu

Kapolsek Kalideres Minta Korban Penipuan dan Penggelapan Mobil Datang untuk Cek Kendaraannya

Ibu rumah tangga yang diduga pelaku penggelapan mobil rental itu dijerat pasal 378 dan/atau 372 KUHP tentang penipuan dan/atau penggelapan.


Ibu Rumah Tangga Terlibat Penggelapan Mobil, Gadaikan Mobil 10 Temannya

30 hari lalu

Ibu Rumah Tangga Terlibat Penggelapan Mobil, Gadaikan Mobil 10 Temannya

Ibu rumah tangga pelaku penggelapan mobil itu dapat meminjam mobil dengan mudah karena seluruh korban adalah temannya.


Polisi SP3 Kasus Penyekapan di Depok, Pelapor Pilih Berdamai Setelah Proses Hukumnya Berjalan Lama

49 hari lalu

Polisi SP3 Kasus Penyekapan di Depok, Pelapor Pilih Berdamai Setelah Proses Hukumnya Berjalan Lama

Pelapor kasus penyekapan di Depok dilaporkan balik atas dugaan penggelapan dana. Libatkan tiga anggota TNI. Proses hukum sudah berjalan setahun.


Bareskrim Tetapkan Istri Eks Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Tersangka Kasus Penggelapan Saham

53 hari lalu

Bareskrim Tetapkan Istri Eks Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan Tersangka Kasus Penggelapan Saham

Bareskrim menetapkan istri eks Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan dan 2 orang lainnya sebagai tersangka atas kasus dugaan penggelapan saham


Bendahara Gadaikan dan Jual Saham, Dilaporkan Merugikan Perusahaan Rp 14,3 Miliar

55 hari lalu

Bendahara Gadaikan dan Jual Saham, Dilaporkan Merugikan Perusahaan Rp 14,3 Miliar

Bendahara Umum APNI Antonius Setyadi dilaporkan atas dugaan penggelapan dan/atau penipuan saham ke Polda Metro Jaya.


Gunakan Dukun Palsu, Anak Tipu Ibunya untuk Kuasai Lukisan Bernilai Rp2 Triliun

56 hari lalu

Gunakan Dukun Palsu, Anak Tipu Ibunya untuk Kuasai Lukisan Bernilai Rp2 Triliun

Sabine Coll Boghici ditangkap polisi Brasil atas tuduhan berkomplot dengan dukun palsu menipu ibunya untuk menguasai lukisan bernilai Rp2 triliun


Terlibat Pencucian Uang Dijerat Hukuman Penjara 20 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

58 hari lalu

Terlibat Pencucian Uang Dijerat Hukuman Penjara 20 Tahun dan Denda Rp 10 Miliar

Tindakan pencucian uang atau money laundering adalah salah satu tindakan melawan hukum, bisa dijerat hukuman penjara 20 tahun dan denda Rp 10 miliar.


Tersangka Kasus Sopir Truk Pencuri 25 Ton Gula Pura-pura Dibegal Jadi 12 Orang

19 Juli 2022

Tersangka Kasus Sopir Truk Pencuri 25 Ton Gula Pura-pura Dibegal Jadi 12 Orang

Dalam kasus sopir truk pura-pura dibegal ini, ada sejumlah tersangka yang masih buron dan masuk DPO.