SDA Jakarta Barat Lakukan Pengerukan 3 Kilometer di Banjir Kanal Barat

Reporter

Sebuah ekskavator mengeruk lumpur di Kali Ciliwung, Jakarta Pusat, Senin (22/12). Pengerukan lumpur sepanjang dua kilometer dengan kedalaman 3-4 meter dari permukaan tanah di aliran kali tersebut guna mengantisipasi banjir yang sering terjadi di kawasan Jakarta. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

TEMPO.CO, Jakarta - Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat melakukan pengerukan di Banjir Kanal Barat sepanjang tiga kilometer. Langkah ini untuk mengantisipasi luapan air pada musim hujan mendatang dari sungai-sungai yang dekat dengan permukiman warga.

Saluran Banjir Kanal Barat yang dikeruk oleh Suku Dinas Sumber Daya Air atau SDA Jakarta Pusat itu dimulai dari titik Pintu Air Karet hingga Jembatan Roxy. 

Baca Juga: Antisipasi Banjir, Dinas SDA Jakarta Pusat Mengeruk 3 Sungai

"Ini program bersama dengan wilayah lain. Namanya 'Gerebek Lumpur', seminggu kemarin sudah dilakukan di wilayah utara, untuk di Jakarta Pusat pengerukan mulai dilakukan dalam waktu dekat. Saat ini kita sedang sosialisasi ke warga sekitar," ujar Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Pusat Saiful saat ditemui di Gedung Wali Kota Jakarta Pusat, Jumat.

Saiful menyebutkan pihaknya akan menurunkan lima buah alat berat berjenis amphibi untuk mengeruk saluran Banjir Kanal Barat dengan rata-rata kedalaman tiga meter.

"Selain amphibi, kita turunkan juga 10 truk untuk mengangkat lumpur ke tempat penampungan lumpur dan 50 petugas setiap harinya," kata Saiful.

Sama seperti pengerukan-pengerukan di saluran kali di wilayah Jakarta Pusat lainnya, padatnya penduduk yang bermukim di bantaran kali dekat saluran Banjir Kanal Barat menjadi tantangan bagi SDA Jakarta Pusat menyelesaikan pengerukan itu.

"Akses untuk kendaraan-kendaraan kita memang sulit karena jalurnya sempit, banyak juga kan rumah-rumah di bantaran kali itu. Nah jadi nanti lumpur-lumpur itu diambil di satu titik, itu di Jalan Inspeksi," kata Saiful.

Secara keseluruhan program "Gerebek Lumpur" itu direncanakan rampung pada akhir Desember 2020.






Begini Cara Mudah Klaim Asuransi Mobil yang Rusak Akibat Banjir

42 menit lalu

Begini Cara Mudah Klaim Asuransi Mobil yang Rusak Akibat Banjir

Klaim asuransi akibat banjir ini tidak akan secara otomatis diberikan, kecuali pemilik kendaraan telah melakukan perluasan jaminan banjir.


Tembok Roboh di Labschool Cirendeu Timpa 5 Mobil, Polisi: Tak Kuat Tahan Air

59 menit lalu

Tembok Roboh di Labschool Cirendeu Timpa 5 Mobil, Polisi: Tak Kuat Tahan Air

Hujan deras pada Kamis, 6 Oktober 2022 membuat tembok roboh dan menimpa lima mobil yang terparkir di Labschool Cirendeu, Tangerang Selatan


Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

1 jam lalu

Bangunan MTsN 19 Lebih Rendah dari Jalanan, Menag Yaqut: Butuh Arsitek Khusus

Menag Yaqut mengatakan bangunan MTsN 19 Jakarta terletak lebih rendah dari badan jalan. DIa menyebut butuh arsitek khusus untuk memperbaiki bangunan.


Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

2 jam lalu

Sudah Hujan Tiap Hari, Tak Perlu Tunggu Januari untuk Banjir di Jakarta Meluas

Peneliti di BRIN menerangkan bahwa puncak musim hujan 2022 di Indonesia wilayah barat pada Oktober-November ini.


Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

2 jam lalu

Akibat Tembok Roboh, MTsN 19 Jakarta Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

Tiga orang siswa MTsN 19 Jakarta tewas akibat tertimpa tembok roboh karena banjir


Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

3 jam lalu

Siswa Meninggal Saat Banjir, Pakar: Perlu Ada Materi Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Pengamat pendidikan UIN Syarif Hidayatullah Jejen Musfah menyebut pentingnya sekolah dan madrasah memulai edukasi pendidikan bencana seperti banjir.


Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

3 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menyatakan Anies Baswedan menyepelekan korban banjir dengan mengatakan indikator utama adalah tak ada korban jiwa.


Banjir Datang, Hati-hati Penyakit Menular Serbu Anak-anak dan Ibu Hamil

3 jam lalu

Banjir Datang, Hati-hati Penyakit Menular Serbu Anak-anak dan Ibu Hamil

Berbeda dengan orang dewasa, anak-anak cenderung terpapar dari bahan kimia dan organisme setelah banjir. Waspada penyakit menular saat banjir.


Menag Yaqut Santuni Korban Banjir dan Tembok Ambruk di MTsN 19

5 jam lalu

Menag Yaqut Santuni Korban Banjir dan Tembok Ambruk di MTsN 19

Kementerian Agama akan memberi santunan bagi korban banjir di MTsN 19, Cilandak, Jakarta Selatan.


Anies Baswedan Genggam Tangan Ibu Siswa MTsN 19 Jakarta Korban Tewas Tembok Ambruk

7 jam lalu

Anies Baswedan Genggam Tangan Ibu Siswa MTsN 19 Jakarta Korban Tewas Tembok Ambruk

Anies Baswedan menggenggam tangan ibu, salah satu korban tembok roboh Madrasah Tsanawiyah Negeri atau siswa MTsN 19 Jakarta di Pondok Labu.