Cara Satpol PP Lacak Pelanggar Protokol Kesehatan yang Kena Denda Progresif

Petugas kepolisian menindak pengendara motor yang memasuki jalur khusus Transjakarta saat Operasi Patuh Jaya di kawasan Pasar Rumput, Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020. Operasi Patuh Jaya tersebut tidak menggunakan sistem razia di tempat untuk menghindari kerumunan. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta Arifin mengatakan tak ada perubahan cara pengawasan untuk menerapkan kebijakan denda progresif bagi pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Hanya saja, menurut dia, pengawas bakal dibekali dengan aplikasi Jakarta Awasi Peraturan Daerah atau Jak APD yang terpasang di ponsel masing-masing.

"Ketika ada pelanggaran, cara inputnya bukan lagi dengan manual, tapi disimpan dalam data aplikasi," kata dia saat dihubungi, Jumat, 28 Agustus 2020,

Petugas tetap akan turun ke lapangan mengawasi penerapan protokol kesehatan. Melalui aplikasi Jak APD, petugas bisa mengetahui apakah pelanggar pernah melakukan kesalahan serupa.

Aplikasi akan menampikan semacam peringatan jika pelanggar memang pernah dihukum untuk kesalahan yang sama, misalnya tidak memakai masker. Data para pelanggar sebelumnya yang terekam dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Satpol PP akan diinput terlebih dulu ke Jak APD.

Jika ada seseorang berulang tidak menggunakan masker, baru mengetik NIK saja, akan muncul peringatan sudah pernah ditindak berikut tanggal dan lokasinya.

Denda progresif dikenakan terhadap pelanggar yang membuat kesalahan berulang. Besar denda bergantung pada kali ke berapa si pelanggar tidak patuh terhadap protokol kesehatan. Jika seseorang sudah melanggar untuk bukan pertama kalinya, akan dikenai denda progresif. 

"Sanksi denda atau sanksi kerja sosialnya tidak sama dengan yang pertama kali," ujar Arifin. Denda progresif menyasar seluruh jenis aktivitas, mulai dari perorangan, perkantoran, restoran, tempat hiburan, dan keagamaan. Saat ini pemerintah DKI masih menguji coba Jak APD.






Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

15 jam lalu

Ketika Undangan Bela Negara Rusia untuk Orang yang Sudah Mati

Presiden Putin memerintahkan wajib militer bagi warga untuk berperang membela Rusia di Ukraina, tapi panggilan dinilai hanya untuk warga daerah miskin


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

1 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

1 hari lalu

Berikan Pernyataan Sesat Soal Kecelakaan 737 Max Lion Air dan Ethiopia, Boeing Didenda Rp3 Triliun

Perusahaan pembuat pesawat terbang Amerika Serikat, Boeing, dijatuhi sanksi denda US$200 juta atau Rp3 triliun oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS


Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

1 hari lalu

Jepang Longgarkan Aturan Covid-19 untuk Wilayah Perbatasan

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pada Kamis, 22 September 2022, mengumumkan Jepang akan melonggarkan aturan Covid-19 di wilayah perbatasan


Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

3 hari lalu

Jepang Bakal Larang Turis Tanpa Masker Masuk Hotel

Jepang melonggarkan perbatasan, namun turis yang masuk hotel tanpa masker akan dilarang.


UU PDP, Menjual atau Membeli Data Pribadi Dipidana 5 Tahun atau Denda Rp 50 Miliar

4 hari lalu

UU PDP, Menjual atau Membeli Data Pribadi Dipidana 5 Tahun atau Denda Rp 50 Miliar

UU PDP terdiri dari 16 bab dan 76 pasal, yang mengatur hal-hal mendasar untuk melindungi data pribadi individual.


Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

4 hari lalu

Biden Klaim Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir, di AS Kasus Corona Masih Tinggi

Kasus Corona di AS masih tinggi saat Joe Biden menyatakan pandemi Covid-19 sudah berakhir.


Charter Citilink, 124 Mahasiswa Indonesia Kembali ke China

5 hari lalu

Charter Citilink, 124 Mahasiswa Indonesia Kembali ke China

Sebanyak 54 perguruan tinggi di 21 kota di China akan menerima kembali mahasiswa Indonesia, yang sempat pulang kampung di awal pandemi Covid-19 2020.


Puluhan Bangunan Liar di Atas Lahan Irigasi di Kabupaten Bekasi Dibongkar Satpol PP

5 hari lalu

Puluhan Bangunan Liar di Atas Lahan Irigasi di Kabupaten Bekasi Dibongkar Satpol PP

Semua lapak dan bangunan liar itu dibongkar karena berdiri di atas lahan irigasi milik Perum Jasa Tirta.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

5 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.