Beberapa Aktivis dan Pakar Sebut Kinerja Anies Belum Maksimal, Ini Indikatornya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meluncurkan Jakwifi di Balai Kota DKI, 28 Agustus 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meluncurkan Jakwifi di Balai Kota DKI, 28 Agustus 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah aktivis dan pakar di DKI Jakarta menyebutkan, kinerja Gubernur DKI Anies Baswedan belum sepenuhnya maksimal.

    Koordinator Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) Jamran dalam siaran pers diterima di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020 mengatakan sejumlah kebijakan Anies memiliki visi dan tujuan yang baik. Namun demikian, tidak semua tujuan baik tersebut bisa diterima oleh masyarakat.

    Jamran mengatakan pola peluncuran program yang terkesan dadakan pun dinilainya cukup membuat masyarakat kaget. Akibatnya, program yang baik itu bisa saja dinilai salah oleh sebagian orang dan masyarakat.

    Baca juga: Anies Umumkan Perpanjangan PSBB Transisi di Instagram, Pengamat: Gaet Milenial

    "Posisi kami ini memberi masukan kritik untuk pembangunan Jakarta. Kami tidak mau mengatakan yang baik saja, tapi nyatanya bisa menyesatkan," tegas Jamran.

    Jamran menjelaskan semangat bersama membangun Jakarta, sehingga tidak melihat dari perbedaan. Siapa saja boleh mengkritik dan yang mendukung dipersilahkan untuk memberikan masukan positif.

    Ketua umum badan musyawarah (Bamus) Betawai Zaenudin menyatakan banyak kebijakan Anies yang terkesan tumpang tindih dan tidak sejalan.

    "Di bawah, tidak jalan banyak. Mungkin banyak kebijakan yang kurang dilakukan komunikasi," ujar Zaenudin.

    Dia menyarankan Anies untuk melibatkan semua pihak terutama aktivis dalam menjalankan kebijakan Jakarta.

    "Aktivis ini kan punya kemampuan dan daya kritis yang bagus dan ini harus dilibatkan," kata Zaenudin.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.