Kembali Buka, Warunk Upnormal Tebet Pastikan Patuhi Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warunk Upnormal Tebet, Jakarta Selatan, kembali buka setelah ditutup sementara, Selasa, 1 September 2020. TEMPO/Achmad H. Assegaf

    Warunk Upnormal Tebet, Jakarta Selatan, kembali buka setelah ditutup sementara, Selasa, 1 September 2020. TEMPO/Achmad H. Assegaf

    TEMPO.CO, Jakarta -Pasca ditutup sehari karena melanggar protokol kesehatan, Warunk Upnormal Tebet sudah kembali buka sejak Senin pagi, 31 Agustus 2020. Rohman, Store Manager Warunk Upnormal Tebet memastikan bahwa tempatnya telah berbenah dan menerapkan protokol secara ketat.

    “Saya yakin akan lebih kondusif sih. Kita tambah lagi personelnya, untuk tetap selalu berjaga nanti di malam weekend supaya tidak terjadi pelanggaran,” ujar Rohman kepada Tempo di Warunk Upnormal, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa, 1 September 2020.

    Baca Juga: Camat Tebet Tutup 6 Tempat Usaha Pelanggar Protokol Kesehatan

    Pada Sabtu malam, 29 Agustus 2020 lalu, Warunk Upnormal bersama sejumlah tempat usaha lainnya ditutup sementara karena melanggar protokol kesehatan. Camat Tebet Dyan Airlangga menyebutkan bahwa Warunk Upnormal melewati batas 50 persen kapasitas pengunjung, dengan banyak di antaranya menduduki bangku yang telah ditandai untuk tidak ditempati, serta tidak memiliki papan pengumuman protokol kesehatan dan batas kapasitas.

    Rohman menjelaskan bahwa pada saat Satpol PP menegur dan menutup tempatnya Sabtu lalu, sebenarnya segenap stafnya telah berupaya maksimal untuk membatasi pengunjung dan senantiasa mengingatkan pelanggan untuk mematuhi protokol kesehatan. Namun, kata Rohman, karena jumlah stafnya yang sedikit, serta jumlah pengunjung yang terus membludak pihaknya pun kewalahan mengendalikan situasi.

    Warunk Upnormal Tebet, Jakarta Selatan, kembali buka setelah ditutup sementara, Selasa, 1 September 2020. TEMPO/Achmad H. Assegaf

    Faktor momen akhir pekan yang jatuh pada awal bulan, menurut Rohman, membuat jumlah pelanggan melonjak dan lebih konsumtif. Selain itu, ia mendapati banyak pelanggan di dalam yang mengundang temannya dari luar menerobos daftar tunggu yang mengular, sehingga jumlah pelanggan tak terkendali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    QAnon dan Proud Boys, Kelompok Ekstremis Sayap Kanan Pendukung Donald Trump

    QAnon dan Proud Boys disebut melakukan berbagai tindakan kontroversial saat memberi dukungan kepada Donald Trump, seperti kekerasan dan misinformasi.