Epidemiolog Pandu Riono Ingatkan Bahaya Klaster Keluarga DKI Jakarta

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono memperkirakan klaster keluarga bakal terus menyumbang penambahan kasus Covid-19 di Ibu Kota. "Klaster rumah tangga ini penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di DKI," kata Pandu saat dihubungi, Selasa, 1 September 2020.

    Klaster ini masuk di urutan satu sampai tiga yang menyumbang angka penularan tertinggi. Pemerintah harus memastikan isolasi kasus Covid-19 yang ditemukan di klaster keluarga cepat diisolasi.

    Satu orang yang terpapar virus Corona berpotensi menularkan seluruh anggota keluarga lainnya yang ada di dalam satu rumah. Pandu mencontohkan penularan kasus positif penyidik senior KPK Novel Baswedan. “Satu orang kena, keluarga lainnya ikut kena."

    Pemerintah, kata Pandu, sudah seharusnya menyediakan tempat isolasi bagi warga yang ditemukan terpapar Covid-19. Isolasi dengan pengawasan petugas Kesehatan lebih baik daripada menjalani sendiri di rumah.

    "Banyak ditemukan isolasi mandiri tak efektif.” Orang masih sering keluar ruang isolasi dan menularkan virus ini kepada orang lain.

    Pandu mengimbau masyarakat untuk terus patuh terhadap protokol kesehatan mencuci tangan, menjaga jarak dan menggunakan masker. Menurut dia, dengan kepatutan itu pandemi ini bakal lebih cepat berakhir.

    "Tugas pemerintah memeriksa dan melacak serta mengisolasi kasus.” Jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan pemerintah menajalankan tugasnya, wabah akan cepat selesai.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ivermectin: Obat Cacing yang Digadang-gadang Ampuh dalam Terapi Pasien Covid-19

    Menteri BUMN Erick Thohir menilai Ivermectin dapat menjadi obat terapi pasien Covid-19. Kepala BPOM Penny K. Lukito menyebutkan belum ada penelitian.