5 Fakta Pesta Gay Bertema Kemerdekaan di Kuningan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Yusri Yunus menunjukkan barang bukti kasus pesta seks sesama jenis para pria (gay) saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. Polda Metro Jaya menangkap 9 tersangka yang merupakan penyelenggara pesta seks di salah satu apartemen di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menangkap 56 laki-laki yang terjaring pesta gay di salah satu apartemen kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Sabtu dinihari, 29 Agustus 2020.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menyebut pesta gay dilakukan sejak Jumat malam, 28 Agustus 2020.

Mereka tergabung dalam sebuah kelompok yang berkomunikasi melalui grup WhatsApp. Mereka dijerat dengan Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan atau Pasal 33 juncto Pasal 7 dan atau Pasal 36 juncto Pasal 10 Undang Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Berikut faktanya:

1. Polisi tetapkan sembilan tersangka

Polisi menetapkan sembilan tersangka pencabulan dan pornografi yang merupakan penyelenggara langsung pesta gay. Sementara 47 lainnya yang ditangkap dijadikan saksi.

TRF berperan sebagai penyelenggara pesta gay, penyewa kamar, penyedia makanan, dan menerima transfer antara Rp 150 - 300 ribu dari setiap peserta. NA, petugas keamanan untuk memeriksa setiap peserta yang bakal masuk ke pesta. Dalam pesta itu, peserta dilarang membawa senjata dan narkoba.

Lalu tersangka BA, penyelenggara yang juga seksi konsumsi; KG penyelenggara sekaligus penjaga barang-barang peserta; SP menangani registrasi; dan A seksi konsumsi. Sementara NM, RP, dan H yang menjemput peserta di lobi.

2. Enam jenis alat bukti

Saat penggerebekan, polisi menyita enam jenis alat bukti. Rinciannya, yakni delapan kotak alat kontrasepsi, satu kotak 'tissue magic', satu buku registrasi, tiga botol pelumas, delapan botol obat perangsang, dan bukti transfer pembelian tiket masuk pesta.

3. Undangan pesta gay untuk rayakan kemerdekaan

Penyelenggara membuat undangan pesta gay yang dipromosikan lewat Instagram dan grup Whatsapp bernama Hot Space. Yusri berujar, penyelenggara telah menyiapkan pesta itu selama satu bulan.

"Dalam undangan itu acara dinamai kumpul-kumpul pemuda merayakan kemerdekaan," kata dia di kantornya pada Rabu, 2 September 2020.

4. Polisi sulit melacak

Yusri mengatakan, keberadaan komunitas homoseksual ini sangat sulit terlacak karena sifatnya yang tertutup dan anggota yang saling mengenal satu sama lain. "Karena mencari komunitas ini kan memang sulit, mereka berkumpul dalam satu komunitas media sosial dan sangat tertutup," ujarnya.

5. Tidak ada peserta di bawah umur

Peserta dan panitia berusia 20-40 tahun. Menurut Yusri, beberapa di antaranya sudah menikah. Tidak ada peserta di bawah umur. "Mereka ini rata-rata di atas 20 tahun semua, bahkan ada yang melebihi 40 tahun."

LANI DIANA | YUSUF MANURUNG | ANTARA






Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

9 hari lalu

Anak Tangerang Jadi Korban Eksploitasi Seksual, Pelaku Rekam dan Unggah ke Media Sosial

Polres Metro Tangerang Kota menangkap pria berinisial MF (21) yang diduga melakukan eksploitasi seksual anak di Kecamatan Teluknaga.


Pelaku Eksibisionis Berulah di Jakarta Utara, Jadi Tersangka Pornografi

18 hari lalu

Pelaku Eksibisionis Berulah di Jakarta Utara, Jadi Tersangka Pornografi

Polres Metro Jakarta Utara meringkus pelaku pelaku eksibisionis berinisial HH (29) yang terekam kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV.


Anak Kelas 4 SD Jadi Korban Pencabulan oleh Ayah Tirinya di Tangerang Selatan

23 hari lalu

Anak Kelas 4 SD Jadi Korban Pencabulan oleh Ayah Tirinya di Tangerang Selatan

Seorang anak di bawah umur menjadi korban pencabulan yang dilakukan oleh ayah tirinya sendiri di Tangerang Selatan.


Zelensky Akan Legalkan Pornografi Meski Masih Perang Rusia Ukraina

23 hari lalu

Zelensky Akan Legalkan Pornografi Meski Masih Perang Rusia Ukraina

Di tengah perang Rusia Ukraina, Zelensky mempertimbangkan untuk melegalkan pornografi.


Polisi Sebut Seorang Guru di Batang Lakukan Pemerkosaan terhadap 10 Muridnya

24 hari lalu

Polisi Sebut Seorang Guru di Batang Lakukan Pemerkosaan terhadap 10 Muridnya

Guru SMP di Kabupaten Batang diduga melakukan pemerkosaan terhadap anak didiknya mulai dari kelas 7 hingga 9. Dilakukan di berbagai tempat di sekolah.


Wanita 28 Tahun Tewas Bunuh Diri Loncat dari Mal di Kuningan

38 hari lalu

Wanita 28 Tahun Tewas Bunuh Diri Loncat dari Mal di Kuningan

Teman wanita itu dan satpam yang berjaga sempat menghalanginya untuk melakukan aksi bunuh diri di pusat perbelanjaan tersebut.


Polisi Usut Pencabulan Santriwati di Bandung

44 hari lalu

Polisi Usut Pencabulan Santriwati di Bandung

Kepala Polresta Bandung Komisaris Besar Kusworo Wibowo mengatakan, pihaknya tengah mengusut kasus pencabulan di pesantren itu.


16 Rekomendasi Tempat Wisata di Kuningan yang Masih Alami

46 hari lalu

16 Rekomendasi Tempat Wisata di Kuningan yang Masih Alami

Rekomendasi tempat wisata di Kuningan mulai dari Taman Nasional Gunung Ciremai, Curug Putri, Cibulan, hingga Situ Wulukut


Sopir Taksi Buron Kasus Pencabulan Anak di Kebayoran Lama Ditangkap Polisi

50 hari lalu

Sopir Taksi Buron Kasus Pencabulan Anak di Kebayoran Lama Ditangkap Polisi

Polres Metro Jakarta Selatan sempat menerbitkan DPO sopir taksi pelaku pencabulan anak tetangganya sendiri itu.


Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

50 hari lalu

Kekerasan Seksual Anak di Bogor, Kementerian PPPA Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kasus kekerasan seksual anak ini telah dilaporkan ke Polres Bogor dan naik ke tahap penyidikan, namun belum ada penahanan terhadap terlapor.