Satgas Bekasi: 698 Buruh Pabrik di Cikarang Terpapar Covid-19

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bekasi berunjuk rasa di halaman gedung Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang, 30 Juli 2015. Mereka menuntut pemerintah dan pengusaha agar mengevaluasi sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) agar kasus kecelakaan kerja tidak terulang lagi. Tempo/Adi Warsono

    Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kabupaten Bekasi berunjuk rasa di halaman gedung Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang, 30 Juli 2015. Mereka menuntut pemerintah dan pengusaha agar mengevaluasi sistem kesehatan dan keselamatan kerja (K3) agar kasus kecelakaan kerja tidak terulang lagi. Tempo/Adi Warsono

    TEMPO.CO, Bekasi -Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan ada sebanyak 698 buruh pabrik di wilayah setempat terpapar virus corona. Tingginya kasus di lingkungan perusahaan ini menjadi perhatian serius Guberbur Jawa Barat Ridwan Kamil.

    "Lebih dari 100 kasus sudah dinyatakan sembuh," kata Alamsyah ketika dihubungi pada Jumat, 4 September 2020.

    Baca Juga: Ridwan Kamil: Klaster Industri di Bekasi Ditangani dalam 2 Pekan Ini

    Ada 22 perusahaan yang melaporkan buruhnya terpapar Covid-19. Paling tinggi yaitu pabrik LG di kawasan MM2100 sebanyak 242 kasus, lalu PT NOK Indonesia di MM2100 sebanyak 220 kasus, dan pabrik Suzuki di Tambun 71 kasus.

    "Warga Kabupaten Bekasi sekitar 400, selebihnya warga dari luar daerah," kata Alamsyah.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan penyebaran virus corona di klaster industri cukup serius. Karena itu, penanggulangan di klaster tersebut menjadi fokus pemerintah selama dua pekan kedepan.

    "Kita akan mengkonsolidasikan semua sumber daya di provinsi, kita akan geser dalam dua minggu ke depan ke Bekasi dan Karawang," kata Ridwan Kamil di Cikarang, Jumat, 4 September 2020.

    Menurut dia, penerapan protokol kesehatan di lingkungan pekerjaan sudah cukup baik. Namun, hasil investigasi rupanya penularan disebabkan perilaku buruh sepulang kerja dari tempat industri. "Itu yang kurang termonitor," kata Kang Emil.

    Untuk menekan lagi, kata dia, pihaknya mewajibkan semua karyawan di pabrik mengisi buku harian yang berisi catatan aktivitas di luar perusahaan. Gugus Tugas di pabrik dan industri, ucap dia, akan menganalisa pola-pola pergerakan yang memiliki risiko tinggi. "Itu lah yang nanti dilakukan pengetesan," kata dia.

    Selain itu, kata dia, Gugus Tugas merekomendasikan ruang yang tidak berventilasi agar dibuatkan sirkulasi udara, dan meniadakan ruang merokok bersama. "Karena hasil temuan kita, dari tempat merokok bersama itu terjadi juga penularan," kata Kang Emil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.