UT Lakukan Berbagai Inovasi PJJ di Usia ke-36

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • “UT Terdepan dalam Inovasi Pendidikan Jarak Jauh”, Jumat (4/9/2020).

    “UT Terdepan dalam Inovasi Pendidikan Jarak Jauh”, Jumat (4/9/2020).

    INFO METRO- Tak terasa sudah 36 tahun perjalanan Universitas Terbuka (UT) dalam berkontribusi memajukan pendidikan tinggi di Indonesia. Acara puncak peringatan Dies Natalis ke-36 digelar di Universitas Terbuka Convention Center (UTCC) yang mengangkat tema “UT Terdepan dalam Inovasi Pendidikan Jarak Jauh” pada Jumat, 4 September 2020.

    Menginjak usia ke-36, UT semakin matang melangkah dalam pengembangan Pendidikan Jarak Jauh. UT sekaligus menjadi pionir dalam penyelenggaraan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh (PTTJJ) di Indonesia. Pengalaman yang telah dimiliki UT selama 36 tahun dalam pengembangan PTTJJ, memberikan kepercayaan bagi mitra baik di dalam negeri maupun luar negeri untuk tetap menjalin kerja.

    Dengan mengemban misi yang mulia yaitu pemerataan akses pendidikan tinggi, UT tidak hanya menjangkau mahasiswanya di seluruh pelosok Indonesia, tetapi juga menjangkau luas mahasiswa di luar negeri.

    Dalam sambutannya, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. mengucapkan terima kasihnya kepada berbagai pihak dan mitra yang telah mendukung dan mengiringi perjalanan UT. Pada kesempatan yang sama, Rektor UT juga meluncurkan berbagai terobosan dan inovasi tahun 2020, diantaranya inovasi bahan ajar meliputi perubahan desain menjadi Bahan Ajar Interaktif dan perubahan kemasan Bahan Ajar Cetak dari ukuran A5 menjadi A4 Custom template In-Design.

    Inovasi berikutnya adalah modus pembelajaran berbasis web menjadi salah satu modus resmi layanan tutorial bagi mahasiswa UT. Masih ada inovasi lainnya yaitu penerapan intervensi belajar melalui Tugas Mata Kuliah (TMK) yang dilengkapi aplikasi TMK dimana mahasiswa dapat mengunduh dan mengunggah jawaban TMK secara online.

    “Inovasi kami berikutnya adalah penerapan sistem ujian online berbasis web yang dilengkapi dengan aplikasi berbasis online proctoring dan semionline proctoring. Lalu ada pemeriksaan hasil jawaban ujian esai dan tugas secara online. Kami juga mengedukasi publik melalu seminar virtual yaitu Knowledge Sharing Forum (KSF) yang melibatkan narasumber dari dalam maupun luar negeri. Terobosan lainnya yang tidak kalah penting adalah pengembangan ProMISe atau Procurement Management Information System,” kata Ojat.

    Acara Dies Natalis UT kali ini juga dihadiri beberapa mantan Rektor UT periode sebelumnya, seperti Prof Bambang Sutjiatmo, Prof Atwi Suparman dan Prof Tian Belawati. Kemudian beberapa tamu baik dari mitra UT maupun pejabat pemerintahan, termasuk Walikota Tangerang Selatan Hj. Airin Rachmi Diany.

    Dalam sambutannya Airin mengucapkan selamat atas prestasi yang telah ditorehkan UT selama 36 tahun. Ia mengapresiasi dan mengakui UT paling sempurna dalam hal rujukan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ). Airin juga berpesan agar UT tetap melakukan inovasi dan menjaga kualitas pendidikan dengan biaya yang terjangkau.

    Dalam sambutannya secara daring, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim mengucapkan selamat atas peran serta UT selama 36 tahun dalam pengembangan PJJ di Indonesia. Berbekal pengalaman, UT diakuinya telah memberikan akses pendidikan tinggi dari kota hingga pelosok di tanah air guna peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.

    Satu tokoh lainnya yang hadir secara virtual dalam Dies Natalis ini adalah Staf Khusus Wakil Presiden, Mohamad Nasir. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019 tersebut berkesempatan memberikan sambutan dan ucapan selamat kepada UT atas pencapaian 36 tahun mengembangkan PTTJJ di Indonesia.

    Dalam kesempatan ini  pula, Rektor Ojat Darojat memberikan penghargaan kepada Mohamad Nasir sebagai Tokoh Pendidikan Jarak Jauh. Penghargaan diberikan karena Prof. Nasir dinilai banyak berperan dan memberikan dukungan terhadap kiprah UT untuk mendukung program pemerintah yaitu meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi.

    Dalam kesempatan lain ketika masih menjabat sebagai menteri, Prof. Nasir juga menargetkan UT agar mencapai 1 juta mahasiswa sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat mengenyam pendidikan tinggi dengan biaya yang terjangkau dan berkualitas.

    Bertepatan dengan Dies Natalis UT Ke-36 ini, empat buku turut diluncurkan yaitu Buku 36 Tahun UT, Buku Dewan Guru Besar UT karya Prof. Tian Belawati, Buku Profil Guru Masa Depan karya Prof. Asnah Said, dan Buku Antologi CPNS 2019. Di tengah pandemi Covid-19, UT juga telah melangsungkan berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Dies Natalis UT ke-36 secara daring dengan memanfaatkan berbagai platform seperti Channel Youtube UT TV, Microsoft Teams dan Zoom Meeting.

    Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya Temu Public Figure, Disporseni Nasional UT yang diikuti tidak hanya mahasiswa UT tetapi juga mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi lainnya dan berbagai lomba Dies Natalis.   

     Ketua Pelaksana Dies Natalis UT Ke-36, Dr. Agus Santoso, M.Si. menyatakan bahwa Dies Natalis ke-36 ini memiliki keunikan yaitu rangkaian kegiatan Dies Natalis UT Ke-36 dilakukan secara daring guna meminimalkan interaksi tatap muka di masa pandemi Covid-19.(*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Seragam Baru Satpam Mirip Polisi dalam 4 Hal Baru Terkait Pam Swakarsa

    Kapolri Jenderal Idham Azis meneken peraturan tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa. Dalam aturan itu, seragam baru satpam jadi mirip polisi.