Bentrokan FBR dan Pemuda Pancasila di Ciledug Dipicu Provokasi di Medsos

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Ilustrasi tawuran. Dok. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolsek Ciledug Komisaris Ali Zusron menjelaskan penyebab bentrokan antara ormas FBR dan Pemuda Pancasila (PP) di Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Tangerang, Ahad malam. Bentrokan itu berawal dari provokasi di media sosial atau medsos.

    "Jadi mobil anak PP menyerempet tukang parkir. Nah, yang diserempet ini anak FBR," ujar Ali saat dihubungi Tempo, Senin, 7 September 2020.

    Peristiwa juru parkir terserempet itu, kata Ali, sebenarnya tidak bermasalah. Korban sama sekali tidak mengalami luka, dan pelaku penyerempetan sudah meminta maaf. Persoalan itu pun selesai saat itu. 

    "Tapi ada yang share di medsos, 'ini loh, kawan kita diserempet mobil PP'," kata Ali menirukan percakapan salah satu kelompok ormas di medsos. 

    Informasi soal penyerempetan itu kemudian dilebih-lebihkan dan membuat anggota ormas FBR panas. Hasilnya, bentrokan antara kedua kubu terjadi pada Ahad malam kemarin. 

    Ali mengatakan polisi langsung membubarkan tawuran antarormas itu sebelum menjadi besar. Ia juga segera menghubungi ketua cabang kedua ormas FBR dan Pemuda Pancasila untuk menenangkan anggota mereka dan membuat perjanjian damai. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.