Hampir Dijemput Paksa, Hadi Pranoto Akhirnya Datangi Polda Metro Jaya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hadi Pranoto, penemu ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19. ANTARA

    Hadi Pranoto, penemu ramuan herbal untuk antibodi mencegah COVID-19. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Setelah hampir dijemput paksa karena mangkir dari panggilan polisi sebanyak dua kali, Hadi Pranoto akhirnya memenuhi panggilan penyidik untuk diperiksa sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, siang ini. Hadi diperiksa sebagai saksi dalam kasus klaim obat Covid-19

    "HP (Hadi Pranoto) sekarang lagi dilakukan pemeriksaan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Selasa, 8 September 2020. 

    Baca Juga: Hadi Pranoto Masih Sakit, Polisi Jadwalkan Pemanggilan Pekan Depan

    Yusri mengatakan Hadi diperiksa penyidik sejak pukul 13.45 WIB. Hingga saat ini, Hadi masih diperiksa oleh polisi. 

    Sebelumnya, penyidik telah melayangkan dua kali surat panggilan kepada Hadi Pranoto. Namun ia absen karena mengaku sakit. Polda Metro Jaya kemudian memberikan ultimatum kepada Hadi agar Hadi dapat memenuhi panggilan polisi atau akan dijemput paksa pada pemanggilan yang ketiga. 

    Kasus yang menjerat Hadi ini berawal dari unggahan video di kanal YouTube Dunia Manji milik musikus Erdian Aji Prihartanto alias Anji. Dalam video tersebut, ia tampak diwawancarai penyanyi tersebut dan mengklaim telah menemukan obat herbal Covid-19. Terkait laporan kasus unggahan ini, Anji diketahui telah memenuhi panggilan pemeriksaannya pada Senin, 10 Agustus 2020.

    Mereka berdua dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid pada 3 Agustus 2020. Muannas menilai unggahan tersebut dapat menimbulkan kegaduhan dalam masyarakat, juga menyatakan bahwa klaim Hadi telah ditentang oleh pihak-pihak seperti kalangan IDI, ilmuwan, akademisi, hingga Kementerian Kesehatan.

    Mereka dibebankan pasal sangkaan yaitu pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 45a Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 Undang Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.