Sidang Perdana Kelompok John Kei, Jaksa Dakwa Pembunuhan Berencana

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang perdana anak buah Jhon Kei, 22 terdakwa penyerangan rumah Nus Kei di Pengadilan Negeri Tangerang Kamis 10 September 2020. TEMPo/Ayucipta

    Sidang perdana anak buah Jhon Kei, 22 terdakwa penyerangan rumah Nus Kei di Pengadilan Negeri Tangerang Kamis 10 September 2020. TEMPo/Ayucipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Negeri Tangerang hari ini mulai menyidangkan kasus penyerangan rumah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei yang dilakukan John Kei dan anak buahnya.

    Sidang perdana dipimpin Ketua Majelis Hakim Sutarjo dengan dua hakim anggota Arief Budiman dan Mahmuriadin.
    Persidangan berlangsung virtual tanpa menghadirkan terdakwa karena dalam masa pandemi Covid-19.

    Dalam sidang ini, sebanyak 22 anak buah John Kei yang menjadi terdakwa dibagi dalam dua berkas. Berkas pertama adalah dari kelompok Tutce Kay, yang kedua adalah Kosmas Kainkaimu. Adapun John Kei akan disidangkan terpisah.

    Para terdakwa hari ini mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum.

    Dalam dakwaan, Jaksa Haerdin mengungkapkan bahwa para terdakwa dijerat dengan pasal 340 KUHP Jo pasal 53 ayat (1) KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP atau pasal 170 ayat (2) ke -1 KUHP atau ketiga pasal 406 ayat (1) KUHP Jo pasal 412 KUHP.

    Dalam surat dakwaan itu, Haerdin mengatakan, John Kei sempat mengumpulkan anak buah di kediamannya.
    Pertemuan itu diduga sebagai rencana untuk membunuh Nus Kei.

    Jaksa mengatakan sebelumnya John Kei sempat bertanya kepada anak buahnya, soal hukuman apa yang pantas bagi seorang pengkhianat. Saat itu, kata Jaksa, anak buah John Kei menjawab, mati.

    "Pada tanggal 20 Juni 2020 bertempat di Jalan Tytyan Indah Utama X, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jhon Kei bertemu anak buahnya mengatakan kepada anak buahnya tabrak dan rusak rumah Nus Kei dan bawa Nus Kei hidup atau mati," kata jaksa dalam persidangan.

    Usai persidangan Jaksa Haerdin mengatakan sejumlah pasal dimasukkan dalam surat dakwaan termasuk perencanaan pembunuhan yang dilapis dengan pasal percobaan pembunuhan.

    "Mereka melanggar pasal percobaan pembunuhan. Dakwaan alternatif artinya jika dari pasal satu tidak terbukti dibuktikan dengan pasal lain yang didakwakan sesuai fakta persidangan. Ancaman hukuman lebih kurang tujuh tahun (-penjara)," kata Haerdin.

    Atas dakwaan itu kemudian diputuskan pembacaan eksepsi atau tanggapan penasihat hukum akan dibacakan pekan depan.

    Adapun penasihat hukum terdakwa Anton Susanto mengatakan, keberatan atas dakwaan jaksa terutama pasal 340 KUHP tentang rencana pembunuhan.

    "Dugaan pembunuhan berencana itu tidak benar. Niat anak buah John Kei mendatangi rumah Nus Kei hanya untuk menagih uang, bukan untuk membunuh sehingga tidak bisa dikatakan sebagai upaya pembunuhan," kata Anton.

    Sebelumnya, John Kei dan anak buahnya melakukan penyerangan ke rumah Nus Kei pada Ahad, 22 Juni 2020 sekitar pukul 12.30. Aksi penyerangan itu diwarnai penabrakan pintu gerbang kompleks dan pelepasan 7 kali tembakan.

    Akibatnya, seorang satpam dan pengendara ojek online di kompleks terluka. Sementara dari pihak Nus Kei, 1 orang anak buahnya yang bernama Yustus Corwing Rahakbau tewas terkena luka bacok.

    Polisi kemudian menggerebek kediaman John Kei di Bekasi untuk mengusut kasus penembakan, penganiayaan, dan pembunuhan pada Ahad petang itu. Penangkapan itu sempat dihalang-halangi oleh puluhan anak buah John Kei.

    Dalam penangkapan terhadap John di rumahnya yang berada di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, polisi menyita puluhan tombak dan senjata tajam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin