Wali Kota Bogor tentang PSBB Jakarta: Besok Masih Koordinasi, Belum Final

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dan penyediaan layanan bus gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor untuk penumpang KRL Commuter Line pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (ketiga kanan) bersama Wali Kota Bogor Bima Arya (kedua kiri) dan Direktur Keuangan PT KAI (Persero) Rivan A Purwantono (kiri) meninjau penumpang KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin, 15 Juni 2020. Gubernur DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja untuk meninjau kepadatan penumpang di Stasiun Bogor dan penyediaan layanan bus gratis oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Bogor untuk penumpang KRL Commuter Line pada masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, konsep Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Jakarta belum final. Kepada Kepala daerah Bodetabek, Gubernur DKI Anies Baswedan, kata Bima, masih harus berkoordinasi dulu dengan pemerintah pusat, Sabtu besok, 12 September 2020.

    "Jadi saya lihat memang masih belum final, rumusan detailnya," kata dia saat dihubungi, Jumat, 11 September 2020.

    Kemarin Anies menggelar rapat bersama kepala daerah Bodetabek untuk membahas rencana PSBB total di Ibu Kota. Sebab, Anies menilai, Jakarta sudah masuk tahap darurat di tengah pandemi Covid-19 ini. Menurut Bima, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta masukan mengenai kondisi di daerah penyangga Jakarta.

    Bima Arya memutuskan untuk tidak menerapkan PSBB total di Kota Hujan. Dia menganggap PSBB total belum tentu efektif menanggulangi Covid-19 karena menimbulkan pelbagai konsekuensi.

    Dia mengatakan kunci menekan angka penularan virus Covid-19 adalah penguatan di wilayah, khususnya rukun warga (RW) zona merah. "Tidak ada artinya kalau kita membuat check point, melarang warga keluar, tanpa di wilayah itu dikuatkan."

    Anies Baswedan memutuskan Ibu Kota kembali menerapkan PSBB mulai 14 September 2020. Kebijakan itu diambil setelah kasus pasien positif Covid-19 terus melonjak sejak PSBB transisi pada 5 Juni 2020. PSBB transisi fase I berakhir 10 September 2020.

    Hingga Jumat pagi ini, Anies belum mengumumkan kebijakan yang akan berlaku di masa pengetatan kembali PSBB Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.