Kadin DKI Khawatir Pemberlakuan PSBB Total, Sarankan UMKM Agar Giat Berinovasi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penjual kerak telur menunggu pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Minggu, 3 Mei 2020. Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah menyiapkan progran stimulus ekonomi bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi COVID-19 bukan hanya bagi hanya usaha kecil, menengah dan besar saja tapi juga usaha mikro dan ultra mikro agar masyarakat tetap sejahtera. ANTARA

    Seorang penjual kerak telur menunggu pembeli di kawasan Pasar Baru, Jakarta, Minggu, 3 Mei 2020. Presiden Joko Widodo meminta pemerintah daerah menyiapkan progran stimulus ekonomi bagi pelaku usaha yang terdampak pandemi COVID-19 bukan hanya bagi hanya usaha kecil, menengah dan besar saja tapi juga usaha mikro dan ultra mikro agar masyarakat tetap sejahtera. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi merasa khawatir pemberlakuan PSBB total menjadi pukulan mundur bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang baru bangkit dari keterpurukan.

    Dia pun meminta para pengusaha untuk segera berinovasi agar bisa tetap bertahan di situasi sulit selama PSBB

    “Yang mikro dan kecil inilah yang justru saya khawatirnya. Karena mereka, tadi yang saya sebutkan, bagaimana mereka sudah berusaha untuk membangun kembali, sudah all out, dan ternyata PSBB ini diberlakukan lagi,” ujar Diana saat dihubungi Tempo pada Jumat, 11 September 2020.

    Kata Diana, pada masa PSBB transisi lalu banyak pelaku usaha yang sudah membangun kembali usahanya setelah mengalami keterpurukan. Namun, ia khawatir jika upaya tersebut runtuh dengan berlakunya PSBB total nanti.

    Baca juga : DKI Jakarta PSBB Total Mulai Senin, Bupati Tangerang Bilang Begini   

    Diana lantas mendorong para pengusaha, khususnya UMKM, untuk terus berinovasi agar bisa tetap bertahan di masa yang sulit dan tak menentu. Inovasi tersebut, menurutnya, dimulai dengan memanfaatkan digitalisasi industri dan pola bisnis online, sehingga usaha yang dijalankan bisa mengatasi kendala yang dihadapi selama PSBB.

    “Teman-teman mengubah pola bisnisnya. Di mana yang biasa dengan offline, lebih kepada online. Jadi memanfaatkan digitalisasi. Mau nggak mau harus itu,” ujar Diana. 

    Salah satu contohnya, kata Diana, ialah usaha kuliner yang harus segera membangun pola bisnis daring, baik melayani jasa pesan-antar maupun pesanan di tempat untuk dibawa pulang agar penjualannya tidak anjlok karena PSBB. 

    Selanjutnya, ia mendorong para pengusaha untuk mengajak para karyawannya turut serta dalam berinovasi dan membangun ulang usaha di masa-masa sulit ini. 

    “Kemungkinan besar adalah inovasi dari karyawannya juga dibutuhkan untuk membantu pengusahanya survive di saat-saat seperti ini. Sama berinovasi pengusaha dan karyawannya,” ujar Ketua Kadin DKI itu. 

    ACHMAD HAMUDI ASSEGAF | DA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.