800 Hektar Sawah Kabupaten Bekasi Bakal Kekeringan, Butuh Antisipasi Gagal Panen

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2019.  Lahan kekeringan di Jawa Barat sudah mencapai 12.048 hektare sedangkan lahan terdampak puso mencapai 82 hektare dari jumlah lahan pertanian 573.842 hektare di seluruh Jawa Barat. ANTARA

    Sejumlah anak memanfaatkan areal persawahan yang terdampak kekeringan untuk bermain bola di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2019. Lahan kekeringan di Jawa Barat sudah mencapai 12.048 hektare sedangkan lahan terdampak puso mencapai 82 hektare dari jumlah lahan pertanian 573.842 hektare di seluruh Jawa Barat. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 800 hektare lahan padi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terancam kekeringan jika musim kemarau masih berlanjut hingga beberapa bulan ke depan.

    "800 hektare lahan pertanian yang sudah ditanam padi itu tersebar di sejumlah wilayah kami," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Nayu Kulsum di Cikarang, Sabtu, 12 September 2020.

    Nayu mengatakan dari total 5.000 hektare target tanaman padi pada periode masa tanam September 2020 ini baru 800 hektare yang sudah berhasil ditanam.

    Baca juga : Kekeringan Landa 9 Kecamatan Kabupaten Bogor, BPBD: 54 Ribu Warga Terdampak

    "Sisanya tidak terealisasi mengingat perhitungan musim kemarau yang dapat menggagalkan produktivitas tanaman padi," katanya.

    Menurut dia, apabila musim kemarau kali ini berlangsung hingga beberapa bulan ke depan maka padi yang sudah ditanam terancam gagal panen.

    "Bisa saja terjadi kekeringan hingga menyebabkan gagal panen. Ini yang harus kita antisipasi dari sekarang," ucapnya.

    Pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan pengadaan pompa air kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dan Kementerian Pertanian untuk membantu petani mengatasi masalah kekeringan.

    "Salah satu upaya kami dengan meminta bantuan pompa air. Semoga bisa segera terealisasi agar membantu para petani dalam mengantisipasi musim kemarau," ungkapnya.

    Nayu menyebut selain kemarau faktor penyebab kekeringan di lahan pertanian Kabupaten Bekasi adalah kerusakan saluran irigasi serta letak lahan pertanian yang lebih tinggi dari saluran irigasi sehingga membutuhkan pompa air untuk mengaliri areal persawahan.

    "Seperti krisis air di wilayah utara karena memang irigasi air banyak mengalami kerusakan dan kondisi lahan pertanian lebih tinggi dari saluran irigasi," katanya.

    Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi kini tengah menginventarisir berapa luas lahan tanam padi yang sudah mulai mengering dengan menerjunkan petugas ke lapangan. "Kami masih menunggu laporan dari petugas di lapangan sembari menunggu respons bantuan yang kami ajukan ke pemerintah provinsi dan kementerian," kata dia.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.