Fraksi PAN-Demokrat DPRD Sarankan DKI Ubah Bansos Jadi Tunai Saat PSBB Jakarta

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bantuan paket sembako. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    Ilustrasi bantuan paket sembako. ANTARA/Hendra Nurdiyansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyarankan Pemerintah DKI mengubah bantuan sosial alias bansos menjadi yang tunai, terkait PSBB Jakarta.

    Menurut Politikus Partai Amanat Nasional itu, bantuan langsung tunai kebih efektik ketimbang bansos kebutuhan pokok yang semala ini diberikan pemerintah.

    "BLT yang diinginkan warga saat ini. Dan lebih efisien saya rasa," kata Zita melalui keterangan tertulisnya, Senin, 14 September 2020.

    Zita menuturkan penerapan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB Jakarta bakal berimbas langsung terhadap pendapatan masyarakat kelas bawah. Mereka pun berharap uluran tangan pemerintah selama pandemi ini.

    Baca juga : PSBB Jakarta Dimulai Lagi, YLKI: Pertaruhan Terakhir Kendalikan Pancemo Covid-19

    Ia berharal seluruh pemilik otoritas bisa mendukung kebijakan ini. "Terutama pemerintah pusat yang bekerja tangani Covid-19 sesuai data, sehingga harus sejalan dengan apa yang diputuskan Pak Anies. Apalagi ini sesuai dengan instruksi Presiden, saya yakin jajaran yang menolak PSBB DKI pasti tahu itu."

    Ketua Komisi Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan telah menyampaikan langsung ke Pemerintah DKI untuk mengubah bantuan menjadi uang tunai. Menurut dia, pemberian bantuan tunai lebih fleksibel digunakan masyarakat dan menggerakkan ekonomi di sekitar masyarakat.

    "Karena masyarakat nanti bisa memilih belanjaan yang mau dibelinya. Masyarakat juga belanja ke Warung-warung dekat rumah dan itu menggerakkan ekonomi kerakyatan," ucapnya.

    Namun, kata Mujiyono, pemerintah beralasan belum bisa memberi bantuan tunai karena dari 1,4 juta kepala keluarga yang berhak mendapatkan bantuan, 3 ratus ribu di antaranya tidak punya rekening bank. Menurut Politikus Demokrat itu, pembukaan rekening merupakan masalah mudah untuk warga.

    "Tinggal dibuatkan saja dari Bank DKI. Dua pekan juga selesai," ucapnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.