Anies Terbitkan Kepgub Perpanjangan PSBB Sampai 11 Oktober 2020, Jika...

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri pembagian 5 juta masker di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2020.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai menghadiri pembagian 5 juta masker di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 10 September 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur nomor 959 tahun 2020 pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB selama dua pekan hingga 27 September 2020 dalam menekan angka penularan Covid-19

    Dalam Kepgub tersebut Anies mencatumkan kebijakan perpanjangan terkait pemberlakuan PSBB  untuk dua pekan kemudian  akan dari tanggal 27 September sampai 11 Oktober 2020 jika selama PSBB kasus penularan Covid-19 di Jakarta mengalami peningkatan signifikan.

    Baca juga : Terpopuler Metro: Anies Tutup Total 5 Sektor Selama PSBB Jakarta, MNC Media Disebut Kucing-kucingan 

    Keputusan perpanjangan PSBB tersebut juga harus berdasarkan hasil evaluasi gugus tugas penanganan Covid-19 tingkat provinsi atas kondisi pandemi di Jakarta.

    "Dalam hal terjadi peningkatan kasus baru Covid 19 secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, pemberlakuan PSBB dapat diperpanjang selama 14 hari berikutnya, sampai 11 Oktober 2020," bunyi diktum kedua Kepgub yang diteken Anies pada 11 September 2020.

    Dalam Kepgub tersebut pada Diktum ketiga juga tertuang keputusan untuk mencabut Kepgub nomor 879 tentang pelaksanaan PSBB transisi yang sebelumnya berlaku hingga 24 September.

    Dalam pelaksanaan PSBB Anies juga mengeluarkan Pergub nomor 88 tahun 2020 yang mengatur terkait pembatasan kegiatan, mulai dari sektor pemerintahan, ekonomi dan perkantoran. Selain itu pelaksanaan Pergub 79 tahun 2020 tentang denda progresif pelanggaran PSBB juga akan dimaksimalkan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra