Darurat Covid-19, Wali Kota Sebut Depok Bisa Masuk Zona Hitam Jika Dibiarkan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Satpol PP merazia pengusaha tempat makan yang melanggar peraturan jam malam di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, 10 September 2020. Sesuai Perwal Kota Depok No. 60 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, denda maksimal yang dikenakan bagi pelanggar jam malam sebesar Rp 10 juta.  TEMPO/Amston Probel

    Petugas Satpol PP merazia pengusaha tempat makan yang melanggar peraturan jam malam di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, 10 September 2020. Sesuai Perwal Kota Depok No. 60 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19, denda maksimal yang dikenakan bagi pelanggar jam malam sebesar Rp 10 juta. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Depok  - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengingatkan seluruh warganya termasuk pelaku ekonomi tetap bersabar menghadapi pandemi Covid-19 saat ini.

    “Kalau bicara rugi semuanya rugi, aparat juga yang paling rugi karena tenaganya, meninggalkan keluarga, segala macam ini sangat rugi, kalau bicara masalah rugi,” kata Idris di Balai Kota Depok, Senin 14 September 2020.

    Idris mengatakan kondisi penularan Covid-19 di Kota Depok sudah sangat parah. Bahkan, jika tidak bisa dikendalikan Kota Depok akan masuk ke dalam zona hitam, atau lebih parah daripada zona merah.

    “Depok ini zona merah nilainya sangat kecil dan sangat mungkin, nauzubillahminzalik sampai kepada zona hitam kalau kita biarkan,” kata Idris.

    Menurut Wali Kota Depok, sektor yang sangat terpukul karena pandemi Covid-19 adalah sektor ekonomi khususnya pelaku usaha kecil. Namun, jika dibarengi dengan kreativitas dan tetap menjaga protokol kesehatan, dia yakin hal itu bisa disiasati.

    “Misalnya karena jam malam, tukang pecel lele bingung, karena bukanya jam 16.00, ya bisa dialihkan untuk take away, jadi bisa disiasati seperti itu,” kata Idris. “Jadi tolong kita seimbangkan antara perhatian terhadap kesehatan dan kita tidak akan mematikan usaha siapapun.” 

    Baca juga: Siap-siap, Pelanggar Jam Malam di Depok Bakal Kena Sanksi Sore Ini

    Data Covid-19 di Kota Depok pada Senin 14 September 2020, jumlah kasus terkonfirmasi positif mencapai 2.866 kasus, dengan rincian 1.985  sembuh dan 101 meninggal. Sisanya, 780  pasien Covid-19, masuk dalam kasus aktif atau masih dalam penanganan.

    Meski secara trend terus meningkat, Pemerintah Kota Depok belum mau mengikuti langkah DKI Jakarta yang menerapkan PSBB kembali. Kota Depok memilih Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM).

    Dengan pemberlakuan PSBM di Kota Depok, aturan yang diterapkan masih sama seperti sebelumnya, yaitu pembatasan aktivitas warga (PAW) atau lebih dikenal jam malam.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra