Atur Transportasi Umum Saat PSBB, Simak Isi SK 156/2020 Dishub DKI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengantre bus di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.Pengguna jasa transportasi umum mulai meningkat pasca diberlakukannya kembali pengaturan ganjil genap bagi pengguna kendaraan pribadi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Warga mengantre bus di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2020.Pengguna jasa transportasi umum mulai meningkat pasca diberlakukannya kembali pengaturan ganjil genap bagi pengguna kendaraan pribadi. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 156 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan PSBB Bidang Transportasi. SK Kepala Dishub DKI ini bertujuan untuk memutus penularan Covid-19 di transportasi umum.

    "Memutus mata rantai Covid-19 adalah kerja bersama, termasuk dalam mobilitas kita sehari-hari. Maka, perlu kedisiplinan tinggi untuk keselamatan bersama," kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Senin 14 September 2020.

    SK tersebut mengatur pembatasan kapasitas angkut kendaraan bermotor dan pengaturan posisi duduk penumpang. Diatur pula jam operasional angkutan umum dalam trayek angkutan perkeretapian dan angkutan perairan, jam operasional prasarana transportasi beserta fasilitas penunjangnya, operasional ojek online dan ojek pangkalan serta angkutan barang.

    Berdasarkan SK tersebut, pembatasan penumpang dan jam operasional untuk kendaraan bermotor umum di Jakarta meliputi:

    1. MRT Jakarta
    Jumlah maksimal yang boleh diangkut: 60 orang per kereta
    Jam operasional:
    -14-16 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00 – 22.00, dengan headway/jarak antarrangkaian kereta pada weekday selama 5 – 10 menit;
    -17-20 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00 – 20.00, dengan headway/jarak antarrangkaian kereta pada weekday selama 10 menit;
    -21 September sampai dengan seterusnya beroperasi pada pukul 05.00-19.00, dengan headway/jarak antarrangkaian kereta pada weekday selama 10 menit
    -Weekend, headway/jarak antarrangkaian kereta 10 menit.

    2. LRT Jakarta
    Jumlah maksimal yang boleh diangkut: 30 orang per kereta
    Jam operasional:
    -14-16 September 2020 beroperasi pada pukul 05.30-21.00, dengan headway/jarak antarrangkaian kereta pada weekday selama 10 menit;
    -17-20 September 2020 beroperasi pada pukul 05.30-20.00, dengan headway/jarak antarrangkaian kereta pada weekday selama 10 menit;
    -21 September sampai dengan seterusnya beroperasi pada pukul 05.30-19.00, dengan headway/jarak antarrangkaian kereta pada weekday selama 10 menit.
    -Weekend, headway/jarak antarrangkaian kereta selama 10 menit.

    3. KRL Jabodetabek
    Jumlah maksimal yang boleh diangkut: 74 orang per kereta
    Jam operasional:
    -14-16 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00-21.00,
    -17-20 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00-20.00,
    -21 September sampai dengan seterusnya pukul 05.00-19.00.

    Baca juga: Jakarta Timur Tebar 40 Personel Dinas Perhubungan Awasi Perbatasan Demi PSBB

    4. Kereta Api Jarak Jauh
    Jumlah maksimal yang boleh diangkut:
    - Eksekutif: 25 orang per kereta
    - Bisnis: 30 orang per kereta
    - Ekonomi: 30 orang per kereta

    5. Bus Transjakarta
    Jumlah maksimal yang boleh diangkut:
    - Bus Tempel: 60 orang per bus
    - Bus Besar: 30 orang per bus
    - Bus Sedang: 15 orang per bus
    - Bus Kecil: 6 orang per bus
    Jam operasional:
    -14-16 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00-22.00, dengan headway/jarak antarrangkaian bus saat jam sibuk adalah 3-5 menit, di luar jam sibuk adalah 10-15 menit;
    -17-20 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00-20.00, dengan headway/jarak antarrangkaian bus saat jam sibuk adalah 5-15 menit, di luar jam sibuk adalah 15-30 menit;
    -dan 21 September sampai dengan seterusnya beroperasi pada pukul 05.00-19.00, dengan headway/jarak antarrangkaian bus saat jam sibuk adalah 5-15 menit, di luar jam sibuk adalah 15-30 menit.

    6. Angkutan Umum Reguler
    - Bus Besar: 1 baris 2 orang dipisahkan oleh gang
    - Bus Sedang: 1 baris 2 orang dipisahkan oleh gang
    - Bus Kecil (kursi berhadapan): 6 orang (1 pengemudi di depan, 2 penumpang di sisi kiri belakang, 3 penumpang di sisi kanan belakang)
    - Bus Kecil (kursi 4 baris):6 orang (1 pengemudi, 1 penumpang di baris kedua, 2 penumpang di baris ketiga, 2 penumpang di baris keempat)
    - Bus Kecil (kursi 5 baris): 8 orang (1 pengemudi, 1 penumpang di baris kedua, 2 penumpang di baris ketiga, 2 penumpang di baris keempat, 2 penumpang di baris kelima)
    - Bajaj: 2 orang (1 pengemudi dan 1 penumpang)
    Jam operasional:
    -14-16 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00-22.00,
    -17-20 September 2020 beroperasi pada pukul 05.00-19.00,
    -21 September sampai dengan seterusnya pada pukul 05.00 – 19.00.

    7. Taksi/angkutan sewa khusus berkursi 2 baris
    3 orang (1 pengemudi, 2 penumpang di belakang).

    8. Taksi/angkutan sewa khusus berkursi 3 baris
    4 orang (1 pengemudi, 2 penumpang di baris kedua, 1 penumpang di baris ketiga).

    9. Kapal angkutan perairan Pulau Seribu (Seat 3-3)
    1 baris 2 orang dipisahkan oleh gang.
    Jam operasional: 05.00-18.00, hanya pada hari Senin-Jumat, khusus untuk warga ber-KTP Kepulauan Seribu, ASN, TNI/POLRI, dan petugas lainnya yang bertugas di Kepulauan Seribu dengan menunjukkan Tanda Pengenal dan Surat Tugas.

    Sementara itu, untuk pembatasan operasional ojek online dan ojek pangkalan, yaitu:

    1. Diperbolehkan mengangkut penumpang dengan menerapkan protokol kesehatan,
    2. Pengemudi ojek online dan ojek pangkalan dilarang berkerumun lebih dari 5 orang dan menjaga jarak parker antarsepeda motor minimal 2 meter saat menunggu penumpang,
    3. Perusahaan aplikasi wajib menerapkan teknologi Geofencing agar pengemudi yang berkerumun pada 1 titik lokasi tidak mendapatkan order perjalanan penumpang,
    4. Jika poin 2 dan 3 tidak dipatuhi oleh pengemudi dan perusahaan aplikasi, maka dilakukan pelarangan pengangkutan penumpang,
    5. Pengawasan pembatasan operasional pada poin 4 dilakukan selama 3 hari sejak berlakunya SK dan menjadi dasar evaluasi dilakukan pelarangan kegiatan pengangkutan penumpang.

    Sedangkan, rincian pembatasan dan jam operasional kendaraan angkutan barang di Jakarta, meliputi:
    1. Mobil barang berkursi 1 baris: 2 orang (1 pengemudi, 1 penumpang di sisi kiri);
    2. Mobil barang berkursi 2 baris: 3 orang (1 pengemudi, 1 penumpang di sisi kiri, 1 penumpang di bagian tengah).

    Adapun angkutan barang yang diperbolehkan beroperasi selama masa PSBB, di antaranya angkutan barang untuk kebutuhan pokok, untuk kegiatan kantor/instansi pemerintah (pusat dan daerah), untuk kegiatan kantor Perwakilan Negara Asing/Organisasi Internasional dalam menjalankan fungsi diplomatik atau konsuler sesuai ketentuan hukum internasional, kegiatan BUMN/BUMD yang turut serta dalam penanganan COVID-19, kegiatan 11 sektor esensial yang memang diizinkan selama PSBB, dan kegiatan organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak di bidang kebencanaan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.