Polda Metro Jaya Gencarkan Patroli Rutin Bubarkan Balap Lari Liar, Sebab

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lomba lari maraton. (foxnews.com)

    Ilustrasi lomba lari maraton. (foxnews.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Polres jajaran meningkatkan intensitas patroli untuk membubarkan balap lari liar di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar alias PSBB Jakarta mulai Senin, 14 September 2020.

    "Preemptif ini kita beri imbauan kepada mereka semuanya bahwa itu adalah hal yang salah, preventif nanti kita laksanakan patroli, akan kita bubarkan mereka semuanya karena di dalam PSBB pengetatan sekarang berkerumun lebih dari 5 orang akan kita bubarkan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Senin, 14 September 2020.

    Yusri juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan para Kapolres di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk lebih mengantisipasi adanya balap lari liar itu.

    "Fenomena ini telah kita sampaikan kepada para Kapolres untuk mengedepankan preemtif dan preventif," katanya.

    Meski tetap mengedepankan langkah preemtif dan preventif secara humanis dan persuasif, Kepolisian bersama unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan TNI tetap menindak tegas mereka yang tidak mematuhi arahan dan peringatan petugas.

    "Kita akan lakukan patroli kita imbau mereka untuk berhenti, kalau tidak kita akan tindak, karena mereka sudah melanggar protokol kesehatan" katanya.

    Balap lari liar banyak bermunculan akhir-akhir ini di sejumlah titik di ibu kota DKI Jakarta dan sekitarnya seperti di Bekasi, Cipondoh, Ciledug, Tangerang hingga yang terbaru terjadi di Jakarta Barat.

    Fenomena tersebut menjadi viral di media sosial dan menuai berbagai reaksi pro dan kontra dari masyarakat.

    Baca juga: Polda Metro Jaya : Pelanggar PSBB Jakarta Langsung Ditindak

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.