88 Kasus Baru Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tertular dari Klaster Industri

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi perawatan pasien Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Bekasi -Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan ada 88 kasus baru Covid-19 dalam waktu sehari. Angka harian ini mengalami peningkatan cukup signifikan dalam lima hari terakhir.

    "Sumbernya dari kontak erat klaster industri," kata Juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah ketika dihubungi pada Selasa, 15 September 2020.

    Baca Juga: 3 Pabrik di Bekasi yang Jadi Fokus Penanganan Covid-19 Jawa Barat

    Dilansir dari situs pikokabsi.bekasikab.go.id sempat tidak ada penambahan kasus selama tiga hari mulai 11-13 September 2020 lalu. Kasus kemudian bertambah pada 14 September sebanyak 23 kasus, sehari kemudian meningkat signifikan sebanyak 88 kasus.

    Secara kumulatif total kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi sekarang mencapai 1.505 dengan angka kematian pasien sebanyak 48. Adapun pasien sembuh sebanyak 1.359 dan kasus aktif sebanyak 98 orang.

    Menurut Alamsyah, terus ditemukannya kasus baru setelah Dinas Kesehatan melakukan tracking, tracing dan testing interaksi kasus dari klaster industri. Setiap hari, kata dia, ada sekitar 3500 alat swab test yang digunakan."Kapasitas ruang isolasi sebanyak 377," kata Alamsyah.

    Ia menyebut, tempat isolasi itu berada di rumah sakit pemerintah dan swasta maupun wisma Ki Hajar Dewantara di Cikarang Selatan. "Wisma terisi 95 persen, sedangkan di rumah sakit terisi sekitar 60 persen," kata Alamsyah.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Eny Maniarty menambahkan, ada 71 ruang ICU yang berada di seluruh rumah sakit di wilayahnya. Adapun, kondisinya sekarang terisi 95 persen. "Diisi pasien suspect Covid dan Covid," ucap Sri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.