Banten Batal Beri Bantuan Kuota Internet ke Siswa SMA/SMK

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belajar online. Shutterstock.com

    Ilustrasi belajar online. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Banten batal mengalokasikan anggaran sebesar Rp 11 miliar pada APBD Perubahan 2020 untuk bantuan kuota internet gratis bagi 230.000 siswa SMA/SMK  selama pandemi Covid-19.

    Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Rina Dewiyanti mengatakan, usulan bantuan pulsa internet bagi siwa SMA/SMK dinilai tidak memenuhi syarat (eligible) oleh pemerintah pusat.

    “Awalnya memang Pemprov Banten mengusulkan anggaran untuk membantu para siswa dalam proses belajar lewat daring ini yaitu dengan bantuan pulsa. Tapi ternyata program ini tidak eligible untuk dibiayai dari pembiayaan yang akan kita lakukan,” kata Rina Selasa, 15 September 2020.

    Rina memastikan jika bantuan pulsa itu tidak akan bisa disalurkan melalui mekanisme dan pinjaman yang masuk dalam APBD Perubahan 2020. “Tidak ada bantuan,” ujar Rina.

    Untuk diketahui, bantuan pulsa internet oleh Pemerintah Provinsi Banten rencananya dianggarkan melalui mekanisme dana utang dari pemerintah pusat lewat program Pemulihan Ekonomi Nasonal atau PEN. Namun, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku BUMN Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang memberikan pinjaman tidak menyetujui jika bantuan dana itu digunakan untuk membeli pulsa internet siswa SMA/SMK.

    Sebelumnya, DPRD Banten telah mengesahkan perubahan APBD Banten tahun anggaran 2020. Dalam perubahan APBD 2020 itu pinjaman sebesar Rp856,2 miliar dari PT SMI sudah masuk dalam postur perubahan APBD 2020.

    Berdasarkan hasil rapat paripurna DPRD Banten, telah disahkan APBD Perubahan Pemprov Banten senilai Rp 10,7 triliun. Nilai ini berkurang sebesar Rp 2,4 triliun dari nilai APBD murni Pemprov Banten 2020 senilai Rp 13 triliun. Kekurangan tersebut lantaran terjadinya penurunan pendapatan daerah akibat pandemi Covid-19.

    Wakil Ketua DPRD Banten, M Nawa Said Dimiyati membenarkan, bantuan pulsa untuk siswa SMA/SMK batal dianggarkan di APBD Perubahan 2020. “Skemanya dari dana pinjaman dan nggak bisa dialihkan, sehingga batal. Kan pinjaman itu berupa program. Kalau tidak disetujui PT SMI nggak bisa dijalankan,” ujar Nawa.

    Menurut Nawa, program-program dalam kaitan pinjaman dana untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) lebih bersifat mandatori. “Kami nggak ikut-ikutan bahas secara detail. Kalau mau tahu batalnya kenapa tanya ke eksekutif. Dan mereka hanya minta ini dimasukkan ke dalam APBD, kami lakukan persetujuan. Dan itu sudah dilakukan,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    KPU Tetapkan Aturan Baru Perihal Kampanye Pilkada Serentak 2020

    Pilkada Serentak 2020 tetap dilaksanakan pada 9 September pada tahun yang sama. Untuk menghadapi Covid-19, KPU tetapkan aturan terkait kampanye.