Mayoritas TNI Penyerang Polsek Ciracas adalah Tamtama Lulusan 2017

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Polisi saat melihat mobil dinas yang rusak usai diserang dan dibakar orang tidak dikenal di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, diserang sekelompok orang yang tidak dikenal, Sabtu (29/8) dini hari. Para penyerang merusak dan membakar sejumlah fasilitas milik petugas polisi, sampai saat ini motif penyerangan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Anggota Polisi saat melihat mobil dinas yang rusak usai diserang dan dibakar orang tidak dikenal di Polsek Ciracas, Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020. Markas Kepolisian Sektor Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, diserang sekelompok orang yang tidak dikenal, Sabtu (29/8) dini hari. Para penyerang merusak dan membakar sejumlah fasilitas milik petugas polisi, sampai saat ini motif penyerangan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Darat Letnan Jenderal TNI Dodik Wijanarko mengatakan sebanyak 47 prajurit yang ditetapkan sebagai tersangka penyerangan Markas Polsek Ciracas merupakan Prajurit Dua dari Tamtama lulusan 2017. Dari matra Angkatan Darat sendiri, total tersangka berjumlah 57 orang.

    "Mereka itu rata-rata Tamtama remaja, yang dinasnya BP atau bawah perintah, jadi tugasnya melayani pejabat," kata Dodik saat konferensi pers di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2020.

    Baca Juga: 56 Prajurit TNI Ditetapkan Tersangka Penyerangan Polsek Ciracas

    Dari para Tamtama yang menjadi tersangka itu, kata Dodik, sebanyak 21 orang di antaranya bertugas di bawah perintah sebagai pengemudi. Dodik menilai, karena tugas mengemudi tersebut, proses pembinaan terhadap para tamtama berjalan kurang maksimal.

    "Sekarang kita tekankan kepada siapa yang gunakan pengemudi harus dibina juga dia, karena itu prajurit kita juga, disiapkan baik fisik maupun mental," kata Dodik.

    Hingga saat ini, 65 prajurit TNI sudah ditetapkan sebagai tersangka penyerangan Markas Polsek Ciracas. Rinciannya, 57 dari Angkatan Darat, 7 dari Angkatan Laut dan 1 dari Angkatan Udara. Puspom TNI total telah memeriksa 119 orang prajurit dari berbagai matra.

    Komandan Pusat Polisi Militer TNI Mayor Jenderal Eddy Rate Muis mengatakan penyelidikan kasus ini belum sepenuhnya tuntas. Menurut dia, Puspom TNI dari masing-masing angkatan masih mendalami beberapa prajurit yang diduga terlibat perusakan Polsek Ciracas.

    "Tapi penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan barang bukti yang sedang dikerjakan ahlinya. Kami masih tunggu beberapa keterangan yang sampai saat ini belum masuk. Apabila sudah masuk semua kita bisa simpulkan selesai," kata Eddy.

    Polsek Ciracas diserang oleh anggota TNI pada Sabtu dini hari, 29 Agustus 2020 lalu. Sejumlah mobil seperti milik Wakapolsek Ciracas dan bus operasional dirusak. Selain itu, pagar kantor juga dirobohkan. Penyerangan terjadi karena berita bohong yang disampaikan oleh seorang anggota TNI, Prada MI yang menyatakan dirinya tidak mengalami kecelakaan tunggal, melainkan dikeroyok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.