Kembangkan Sistem Penyediaan Air Minum, Kota Tangerang Gandeng PUPR

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air kran. Sumber: edition.cnn.com

    Ilustrasi air kran. Sumber: edition.cnn.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang bekerjasama dengan Kementerian PUPR untuk mengembangkan sistem penyediaan air minum (SPAM). Kerja sama Proyek KPBU SPAM Regional Karian-Serpong itu dilakukan bersama Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan PUPR.

    "Akan segera dibahas oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman seperti apa mekanisme kerjasamanya, yang pasti pemerintah pusat sudah siap membantu dan memfasilitasi," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah di Tangerang, Rabu, 16 September 2020.

    Arief mengatakan prasarana dan sarana air minum merupakan salah satu infrastruktur dasar vital yang memberikan pengaruh besar pada kesehatan dan lingkungan. Oleh sebab itu, pemenuhan air bersih bagi masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

    "Lewat SPAM ini diharapkan bisa meningkatkan pelayanan infrastruktur permukiman dasar yaitu air bersih di Kota Tangerang yang memadai," sambungnya.

    Wali Kota Tangerang menjelaskan proyek KPBU SPAM akan melayani kebutuhan air bersih di zona 3 yang mencakup Kecamatan Larangan dan Ciledug dengan total kapasitas sebanyak 750 lpd dengan pipa sambungan rumah tangga sebanyak 75 ribu sambungan.

    "Nanti sumber airnya dari Waduk Karian, dengan penambahan 75 ribu sambungan rumah, dan cakupan pelayanannya mencapai 69 persen di tahun 2026," papar Arief.

    Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Tangerang Tatang Sutisna mengatakan proyeksi pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM) di Kota Tangerang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air dari 2,3 juta jiwa penduduk pada tahun 2030.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.