Operasi Yustisi PSBB, 23 restoran di Jakarta Ditutup karena Langgar Protokol

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Satpol PP memberi peringatan warga untuk tidak makan di tempat saat razia penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Razia tersebut untuk memastikan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku selama PSBB lanjutan DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Anggota Satpol PP memberi peringatan warga untuk tidak makan di tempat saat razia penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lanjutan di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Razia tersebut untuk memastikan masyarakat mematuhi aturan yang berlaku selama PSBB lanjutan DKI Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Operasi Yustisi menutup sementara 23 rumah makan di Jakarta karena melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Rumah makan itu dinyatakan melanggar protokol pada dua hari Operasi Yustisi yang dilakukan aparat gabung Pemerintah DKI, TNI, dan Polri.

    "Kesalahannya sesuai Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020, makanan restoran atau rumah makan itu cuma diperbolehkan dibungkus, tidak boleh makan di situ," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Rabu, 16 September 2020.

    Rabu pagi ini, kata Yusri, Operasi Yustisi juga telah menindak 9,734 kasus pelanggaran PSBB. Sebanyak 2,791 di antaranya diberi teguran, 6,279 dijatuhi sanksi kerja sosial, serta 484 didenda administrasi. "Nilai dendanya Rp 88 juta."

    Sebanyak 6.800 personel gabungan Pemerintah DKI, TNI dan Polri disiagakan dalam Operasi Yustisi PSBB. Ribuan personel itu tersebar di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek). Polda Metro Jaya sendiri memiliki 18 Satgas untuk mengawasi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020, Peta Calon Kepala Daerah yang Terjangkit Covid-19

    Sejumlah kepada daerah terjangkit Covid-19 saat tahapan Pilkada 2020 berlangsung. Calon Bupati Berau bahkan meninggal akibat wabah virus corona.