Dua Pejabat DKI Positif Covid-19, Blok G Balai Kota DKI Ditutup 3 Hari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat ditemui wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/11/2019). ANTARA/Ricky Prayoga/aa. (Antara/Ricky Prayoga)

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah saat ditemui wartawan di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/11/2019). ANTARA/Ricky Prayoga/aa. (Antara/Ricky Prayoga)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan menutup Blok G Balai Kota DKI mulai Kamis, 17 September 2020 sampai Sabtu, 19 September 2020. Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu menutup Blok G karena ditemukan dua pejabat DKI yang positif Covid-19.

    "Penutupan bukan karena Pak Sekda. Tapi ada dua pejabat yang baru ditemukan terinfeksi Covid-19," kata Anies usai memimpin upacara penghormatan terakhir terhadap jenazah Saefullah di Balai Kota DKI, Rabu, 16 September 2020.

    Baca Juga: Sekda DKI Saefullah, Sang Pendamping Empat Gubernur Jakarta Itu Berpulang

    Anies menuturkan penutupan gedung sesuai dengan kebijakan Pemerintah DKI yang kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar. "Jika ditemukan satu kasus maka gedung akan ditutup seluruhnya."

    Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan Sekretaris Daerah DKI Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS bagi pasien terkonfirmasi Covid-19.

    "Siang ini, Bapak Sekda kita, Bapak Saefullah, telah berpulang. Bapak Saefullah meninggal karena shock sepsis irreversible dengan ARDS, yaitu kerusakan pada jaringan paru akibat infeksi COVID-19, sehingga menyebabkan gagal napas yang tidak dapat diperbaiki," kata Widyastuti melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 16 September 2020.

    Infeksi virus corona itu menyebab almarhum sulit bernafas karena tidak bisa terjadi pertukaran oksigen yang memadai. "Mari kita semua doakan agar Bapak Saefullah dilapangkan di sisi-Nya," terang Widyastuti.

    Sebelumnya Saefullah menjalani perawatan di Rumah Sakit MMC, Jakarta Selatan sejak 8 September 2020 hingga akhirnya dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto pada Minggu dinihari, 13 September 2020. Rencananya jenazah Saefullah dimakamkan dengan protokol Covid-19 di tanah pemakaman keluarga di Rorotan, Jakarta Utara.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.