2 Hari Operasi Yustisi PSBB DKI: 9734 Pelanggar, Sanksi Denda Capai Rp 88,6 Juta

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memberhentikan pelanggar yang tidak menggunakan masker saat Operasi Yustisi, di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Operasi Yustisi ini digelar bersamaan dengan kebijakan PSBB yang kembali diterapkan di Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas memberhentikan pelanggar yang tidak menggunakan masker saat Operasi Yustisi, di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta, Senin, 14 September 2020. Operasi Yustisi ini digelar bersamaan dengan kebijakan PSBB yang kembali diterapkan di Jakarta. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -  Operasi Yustisi Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB yang digelar selama dua hari oleh aparat gabungan di DKI Jakarta sejak Senin, 14 September hingga Selasa, 15 September 2020 telah memberikan sanksi kepada 9.734 pelanggar.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana di Jakarta, Rabu mengatakan sebanyak 2.971 warga diberikan teguran, 6.279 warga yang diberikan sanksi sosial di lapangan dan 484 orang membayar denda.

    Baca Juga: Operasi Yustisi PSBB, 23 restoran di Jakarta Ditutup karena Langgar Protokol

    "Jadi total sanksi 9.734 orang, jadi cukup banyak. Nilai denda, baik dari pemerintah provinsi, TNI dan Polri serta kejaksaan dan pengadilan sebesar Rp 88.660.500 selama dua hari," ujar Nana di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

    Nana berharap masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya mematuhi protokol kesehatan PSBB Jilid II, dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak untuk menekan angka penyebaran Covid-19.

    "Ini semuanya sebenarnya untuk masyarakat. Kami ingin masyarakat mematuhi protokol kesehatan, khusunya 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," ujar dia, menegaskan.

    Sementara Panglima Kodam Jaya Mayjen TNI Dudung AR mengatakan angka penularan Covid-19 di DKI Jakarta sangat tinggi, karena setiap harinya ada ribuan orang terpapar.

    Oleh karena itu, Pemerintah Pusat sudah menyediakan kamar penampungan untuk kasus konfirmasi tanpa gejala di Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

    "Sebagai informasi pemerintah sudah menyediakan untuk OTG (orang tanpa gejala) ada Tower 4 dan 5 bisa menampung 5.000 orang. Sehingga apabila ada gejala dan sebagainya bisa ke puskesmas kemudian nanti bisa diarahkan ke Wisma Atlet," kata Dudung.

    Menurut jenderal berbintang dua itu, sejumlah hotel juga sudah disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta apabila di Wisma Atlet melebihi kapasitas. Sehingga, dia meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.

    "Tidak sekadar masyarakat, tapi dari Polda, bhabinkamtibmas, juga babinsa, sehingga nanti diingatkan kepada anak-anak yang main dan segala macam agar sadar pentingnya kesehatan," ujarnya.

    Dudung mengatakan akan ada denda progresif, terhitung sekali pelanggaran Operasi Yustisi PSBB akan didenda Rp 150.000.

    "Dua kali pelanggaran Rp 500.000, berikutnya Rp 700.000. Demikian juga sanksi sosial, dia memakai rompi kemudian sanksi sosial itu nyapu satu jam, ketika dua kali ya dua jam, tiga kali (nyapu) tiga jam," kata dia.

    "Operasi Yustisi kita tidak fokus masalah sanksi, tapi untuk masyarakat, dan patuh terhadap protokol kesehatan dan pentingnya menjaga jarak," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Masker Scuba Tak Efektif Halau Covid-19, Bandingkan dengan Bahan Kain dan N95

    Dokter Muhamad Fajri Adda'i tak merekomendasikan penggunaan masker scuba dan buff. Ada sejumlah kelemahan pada bahan penutup wajah jenis tersebut.