Keluarga Polisi yang Ditemukan Tewas di Pondok Ranggon Tidak Menggelar Tahlilan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi rumah Briptu Andry Budi Wibowo di Jalan Raya Pondok Ranggon, RT 09/RW 04, Cipayung, Jakarta Timur pada Kamis petang, 17 September 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kondisi rumah Briptu Andry Budi Wibowo di Jalan Raya Pondok Ranggon, RT 09/RW 04, Cipayung, Jakarta Timur pada Kamis petang, 17 September 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta -Keluarga Briptu Andry Budi Wibowo tidak menggelar tahlilan di rumah duka di Jalan Raya Pondok Ranggon, RT 09/RW 04, Cipayung, Jakarta Timur malam ini.

    Kakak Andry, Manan mengatakan tahlilan ditiadakan karena situasi saat ini sedang pandemi Covid-19.

    "Kita buat pengajian keluarga saja," kata Manan di rumah duka, Kamis petang, 17 September 2020.

    Baca juga : Jenazah Polisi Penuh Luka di Pondok Ranggon, Tak Ada Barang yang Hilang

    Pantauan Tempo di rumah duka, beberapa aparat TNI dan Polri dan berjaga. Di depan rumah Andry, beberapa papan bunga ucapan duka cita didirikan. Papan bunga salah satunya datang dari Propam Mabes Polri.

    Andry, 28 tahun, ditemukan warga dalam kondisi tewas tergeletak di Jalan Raya Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur pada pagi ini sekitar pukul 04.30. Sepeda motor korban ditemukan sekitar 200 meter dari tempat penemuan mayat. Hingga saat ini, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian korban.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus berujar Andry merupakan anggota polisi yang sedang berstatus desersi. Dia disebut masih menjalani persidangan di Propam Mabes Polri.

    "Tinggal satu kali sidang lagi mungkin ada putusan yang disampaikan," kata Yusri di kantornya, Kamis, 17 September 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin