Pedagang Perlengkapan Seragam Satpam: Bimaspol Agar Rajin Razia

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Satpam. Antaramews.com

    Ilustrasi Satpam. Antaramews.com

    TEMPO.CO, Jakarta -Arifin, Pedagang peralatan dan seragam Satpam sekaligus anggota satpam meminta Bimbingan Massal Polri atau Bimaspol untuk gencar merazia apabila nanti seragam Satpam dan Polisi sudah mirip.

    Menurutnya, tidak semua masyarakat paham simbol yang tercantum pada pakaian dinas.

    “Takutnya satu disalahgunakan yang kedua ada yang asal beli tanpa prosedur pendidikan dan sebagainya kan itu malah membahayakan,” kata dia ketika dihubungi Tempo, Kamis 17 September 2020.

    Sebagai pedagang, menurutnya saat ini seragam baru belumlah beredar. Namun, para produsen sudah mulai menyurutkan produksi seragam lama. “Informasinya di kalangan satpam, seragam yang baru akan di launching pada 30 Desember ketika ulang tahun satpam yang ke 40,” kata dia

    Baca juga: Baju Satpam Diganti Warna Cokelat: Pedagang Seragam Dinas Ini Rugi Puluhan Juta

    Ihwal potensi kerugian, menurutnya akan selalu ada. Namun, karena masa sosialiasi yang panjang, yakni 1 tahun, kerugian bisa dikurangi. “Toh permintaan stok lama masih tinggi, permintaan dari perumahan masih banyak,” kata dia.

    Kapolri Jendral Idham Azis menginstruksikan mengganti warna seragam satuan satuan pengamanan atau satpam menjadi cokelat. Selain itu, sesuai dengan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia No.4 Tahun 2020, diinstruksikan pula menyematkan tanda kepangkatan anggota satpam di pundak bagian kiri dan kanan.

    Said Muis, pedagang seragam satpam di daerah Cibinong, Kabupaten Bogor mengaku belum mendengar kabar tentang pergantian warna seragam satpam. Selain itu, belum ada konsumen yang mencari seragam baru di tokonya.

    “Wah, stok masih banyak bakal rugi,” kata dia.

    Selain itu ia juga khawatir, apabila seragam Polisi dan Satpam disamakan warnanya. “Khawatir masyarakat awam bingung itu polisi atau satpam,” kata dia.

    Sama dengan Said, Tukiah pedagang seragam Satpam di daerah Kelapa Dua, Depok juga mengaku belum mendapat kabar tentang pergantian warna seragam satpam. Pasokan dari pemasok juga belum ada. “Belum ada yang nyari,” kata dia.

    Ihwal kerugian, ia mengaku tidak akan merugi banyak jika akan diganti. “Stoknya tinggal satu mas,” kata dia.

    Dari pagi hingga pukul 14:15 di Cibinong dan Kelapa dua, Tempo memantau belum ada pengunjung yang menanyakan seragam baru satpam.

    RAFI ABIYYU l DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin