Korban Mutilasi Kalibata City Sasaran Pertama dan Terakhir Laeli Atik

Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana memberikan keterangan saat konferensi pers kasus pembunuhan dan mutilasi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 17 September 2020. Korban merupakan seorang pria yang ditemukan di sebuah unit di Apartemen Kalibata City. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Rinaldy Harley Wismanu menjadi korban mutilasi pertama dan terakhir dari  Laeli Atik dan Djumadil Al Fajri. Kedua sejoli itu memang sudah merencanakan akan merampok dan membunuh seseorang yang dipancing melalui aplikasi kencan bernama Tinder.

"Di tanggal 5 September 2020 keduanya membuat perencanaan dan korbannya dipilih secara random (melalui aplikasi Tinder)," ujar Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Jean Calvijn Simanjuntak saat dikonfirmasi, Sabtu, 19 September 2020.

Sebelumnya, tersangka Laeli memang sudah pernah membuat akun di aplikasi Tinder sejak setahun lalu dan berkenalan dengan korban Rinaldy. Namun, sejak beberapa bulan yang lalu ia sudah tak mengaktifkan akunnya itu lagi dan hilang kontak dengan Rinaldy.

Baru pada 5 September 2020 atas inisiatif Fajri, Laeli kembali mengaktifkan akunnya untuk mencari calon korban yang akan dirampok. Di saat itu lah, Laeli dan Rinaldy kembali berkomunikasi.

"Jadi saat mengaktifkan aplikasi, langsung terhubung dengan punya korban dan janjian ketemu," ujar Calvijn.

Melalui aplikasi tersebut, Laeli memancing Rinaldy untuk datang ke kediamannya di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, untuk berkencan pada 9 September 2020. Saat korban setuju, Laeli dan Fajri segera menyusun skenario perampokan itu.

Dalam rencananya, Laeli dan Rinaldy akan berhubungan badan di dalam kamar. Selanjutnya Fajri, yang sudah bersembunyi di kamar mandi, akan keluar dan berpura-pura menggerebek mereka berdua dengan mengaku sebagai suami Laeli. Mereka selanjutnya akan melakukan pemerasan dan berencana membunuhnya bila korban melawan.

Rencana itu pun terealisasi dengan mulus. Korban terpancing dan dianiaya pelaku hingga tewas sesuai skenario awal. Laeli dan Fajri juga berhasil menguras isi rekening Rinaldy dan menggondol Rp 97 juta.

"Faktanya, berhasilnya rencana mereka ini baru pertama kali. Sebelumnya, ini belum pernah mereka lakukan," kata Calvijn.

Tak cuma merampok dan membunuh, Laeli dan Fajri kemudian memutilasi tubuh Rinaldy menjadi 11 bagian dan diletakkan sementara di Apartemen Kalibata City. Kepada polisi, para pelaku mengaku merampok untuk kebutuhan ekonomi karena baru dipecat dari pekerjaannya akibat Pandemi Covid-19.

Namun, keterangan ini kontradiksi dengan cara pelaku menghabiskan uang hasil perampokan. Dari penelusuran polisi, para pelaku membelanjakan uang korban untuk membeli barang mewah seperti emas batangan, sepeda motor, serta menyewa rumah di Depok.

Polisi menjerat kedua sejoli ini dengan Pasal 340 dan Pasal 338 dan 365 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Laeli dan Fajri terancam dihukum maksimal dengan pidana mati atau penjara seumur hidup.






Mutilasi di Bekasi: Jejak Darah dan Uang Angela Hindriati di Tangan Ecky Listiantho

7 hari lalu

Mutilasi di Bekasi: Jejak Darah dan Uang Angela Hindriati di Tangan Ecky Listiantho

"Selamat ulang tahun" pesan terakhir Angela Hindriati kepada kakaknya sebelum dia hilang dan ditemukan menjadi korban mutilasi di Bekasi


Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

7 hari lalu

Komnas HAM Apresiasi Vonis Seumur Hidup Pelaku Mutilasi Warga Mimika

Komnas HAM berharap putusan ini dapat menjadi sinyal langkah maju dalam penegakan hukum dan hak asasi manusia di Papua.


Mutilasi di Bekasi, Olah TKP Apartemen Tempat Ecky Listiantho Bunuh Angela Masih Berlangsung

7 hari lalu

Mutilasi di Bekasi, Olah TKP Apartemen Tempat Ecky Listiantho Bunuh Angela Masih Berlangsung

Pelaku mutilasi di Bekasi, Ecky Listiantho, diduga membunuh Angela di sebuah apartemen pada 2019


Tersangka Mutilasi di Bekasi Habiskan Ratusan Juta, Bayar Saksi Palsu untuk Ambil Alih Apartemen Angela

9 hari lalu

Tersangka Mutilasi di Bekasi Habiskan Ratusan Juta, Bayar Saksi Palsu untuk Ambil Alih Apartemen Angela

Ecky Listiantho membayar saksi palsu atas transaksi pembelian apartemen seharga Rp 1 miliar dari Angela Hindriati, korban mutilasi di Bekasi.


Keluarga Tak Tahu-menahu Ada Sidang Pengalihan Apartemen Angela ke Tersangka Mutilasi Ecky

9 hari lalu

Keluarga Tak Tahu-menahu Ada Sidang Pengalihan Apartemen Angela ke Tersangka Mutilasi Ecky

Keluarga tak tahu-menahu ada sidang pengalihan kepemilikan apartemen, dari Angela Hindriati ke Ecky Listiantho,tersangka mutilasi.


Ecky Dua Kali Pindah Tempat Tinggal Sambil Membawa Jasad Angela, Lokasi Mutilasi Masih Misteri

9 hari lalu

Ecky Dua Kali Pindah Tempat Tinggal Sambil Membawa Jasad Angela, Lokasi Mutilasi Masih Misteri

Ecky Listiantho diduga dua kali berpindah tempat tinggal sambil membawa jasad Angela yang sudah ia bunuh. Lokasi tempat mutilasi masih misteri.


Ecky Lakukan Pembelian Fiktif Apartemen Milik Angela Korban Mutilasi di Bekasi, Libatkan Saksi Palsu

9 hari lalu

Ecky Lakukan Pembelian Fiktif Apartemen Milik Angela Korban Mutilasi di Bekasi, Libatkan Saksi Palsu

Tersangka mutilasi di Bekasi, Ecky Listiantho melakukan pembelian fiktif terhadap unit apartemen milik Angela, yang sudah ia bunuh terlebih dulu.


Fakta Baru, Pelaku Mutilasi Ecky Habisi Nyawa Angela Hindriati Pada 2019 di Apartemen Korban

10 hari lalu

Fakta Baru, Pelaku Mutilasi Ecky Habisi Nyawa Angela Hindriati Pada 2019 di Apartemen Korban

Polisi menemukan fakta baru di kasus mutilasi Angela di Bekasi. Ia sudah dibunuh Ecky pada 2019 di apartemen korban.


4 Fakta Baru Kasus Mutilasi di Bekasi: Pelaku Kuras Rekening hingga Lihai dalam Penipuan

10 hari lalu

4 Fakta Baru Kasus Mutilasi di Bekasi: Pelaku Kuras Rekening hingga Lihai dalam Penipuan

Kasus mutilasi di Bekasi ini terbongkar berawal saat Ecky justru dilaporkan hilang pada 23 Desember tahun lalu.


Angela Hindriati Jadi Korban Mutilasi di Bekasi Diduga Sejak 2019, Ada Saksi Kuncinya

10 hari lalu

Angela Hindriati Jadi Korban Mutilasi di Bekasi Diduga Sejak 2019, Ada Saksi Kuncinya

M. Ecky Listiantho diduga membunuh Angela Hindriati Wahyuningsih sejak Juni 2019.