Kasus Covid-19 DKI Tinggi, Wagub Jabar: Jika Gak Penting, Gak Usahlah ke Bandung

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menendang bola ke arah gawang saat menghadiri pemberian remisi untuk anak dalam rangka Hari Anak Nasional di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, Arcamanik, Bandung, Kamis, 23 Juli 2020. Sebanyak 857 anak di LPKA Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia mendapatkan remisi dalam rangka Hari Anak Nasional. ANTARA/Raisan Al Farisi

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menendang bola ke arah gawang saat menghadiri pemberian remisi untuk anak dalam rangka Hari Anak Nasional di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung, Arcamanik, Bandung, Kamis, 23 Juli 2020. Sebanyak 857 anak di LPKA Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia mendapatkan remisi dalam rangka Hari Anak Nasional. ANTARA/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, Bandung -Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, tidak bisa melarang warga DKI Jakarta mengunjungi Jawa Barat, terkait tingginya kasus Covid-19.

    “Kami tidak bisa melarang karena memang NKRI, kemanapun kita boleh, tetapi harus ada saling pengertian. Kami pun hanya menghimbau saja. Bukan berarti kalau datang ke sini, dikasih sanksi atau datang ke sini dikembalikan lagi. Kami tidak seperit itu,” kata dia, dalam konferensi pers yang disiarkan streaming, Senin, 21 September 2020. 

    Uu mengatakan, himbauan tersebut untuk menekan angka penyebaran kasus Covid-19. DKI misalnya, saat ini tengah mengalami lonjakan kasus pasien Covid-19. Dia meminta agar warga DKI menahan diri berkunjung ke Jawa Barat. 

    “Yang gak penting banget ke Bnadung, gak usahlah. Jangan sampai akhir pekan, masyarakat biasa, macet di Pasteur hanya untuk kuliner atau pun yang lainnya. Kan jaga diri kan utama. Kami bukan menolak, silahkan, tapi pada prinsipnya tolong saling menghargai, saling memahami,” kata Uu.

    Baca juga : Sepekan PSBB Jakarta Ketat, Kenapa Wakil Ketua DPRD Pesan Jangan Sampai Kendor? 

    Uu mengatakan, lonjakan kasus di Jawa Barat terjadi salah satunya akibat mobilitas warga. “Daerah yang peningkatannya ada yaitu karena memang mobilitas masyarakat,” kata dia.

    Uu mengaku, survei yang dilihatnya mendapati korelasi antara peningkatan kasus Covid-19 di satu daerah dengan mobilitas warganya. “Daerah-daerah yang menunjukkan peningkatan adanya penularan Covid-19 adalah wilayah-wilayah yang mobilitas masyarakatnya tinggi,” kata dia. 

    Uu mengatakan, survey tersebut mendapati daerah yang mengalami peningkatan kasus Covid-19, ditemukan mobilitas warga tinggi dengan memeriksa pergerakan sinyal telepon genggam di tempat tersebut.

    “Itu dilihat dari pemegang HP, karena kami bekerjasama dengan salah satu perusahaan itu, dan dilihat daerah mana, dan kecamatan mana yang pang seueurna meningkat, itu adalah terdapat dari mobilitas masyarakat yang tinggi,” kata dia. 

    Uu mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 juga relatif melebar. “Ada beberapa daerah yang biasa menjadi sorotan yaitu wilayah Bodebek, tetapi sekarang ada daerah yang mengalami sedikit peningkatan, yaitu Karawang dan daerah Kota Cirebon. Tapi ini semua tidak terlalu mengkhawatirkan, cuma ada peningkatan,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ciri-ciri Berbohong, Perhatikan Bahasa Tubuh Bukan Kata-katanya

    Bahasa tubuh bisa mencerminkan apakah orang tersebut sedang berbohong atau tidak. Berikut ciri-cirinya