Katulampa Siaga 1, BMKG: Curah Hujan di Kawasan Puncak Ekstrim

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara motor melintas di atas jembatan saat tinggi muka air sungai Ciliwung naik di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Rabu, 1 Januari 2020. Tinggi Muka Air di Katulampa menjadi pemandangan bagi warga di sekitarnya. ANTARA/Arif Firmansyah

    Pengendara motor melintas di atas jembatan saat tinggi muka air sungai Ciliwung naik di Bendung Katulampa, Kota Bogor, Rabu, 1 Januari 2020. Tinggi Muka Air di Katulampa menjadi pemandangan bagi warga di sekitarnya. ANTARA/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Curah hujan ekstrim di kawasan Cisarua, Kabupaten Bogor mengakibatkan Bendung Katulampa di Kota Bogor berstatus Siaga 1 dengan ketinggian hingga 250 cm.

    "Hari ini curah hujan ekstrim di Kawasan Puncak melebihi kategori lebih dari 100 mm perhari," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Asep Firman Ilahi, saat dihubungi di Bogor, Senin, 21 September 2020.

    Berdasarkan pengukuran oleh BMKG pada hujan lebat yang terjadi sejak pukul 15.30 WIB hingga Senin malam tercatat curah hujan 110 mm dari pengukuran di Stasiun Meteorologi Citeko, dan 95 mm dari pengukuran Pos Polusi Udara Cibeureum, Cisarua.

    Asep menyebutkan, curah hujan ekstrim ini kali pertama terjadi sepanjang kemarau tahun ini. Pasalnya, ketinggian curah hujan dikategorikan menjadi lima jenis, ringan yaitu kurang dari 20 mm per hari, sedang yaitu 30-60 mm per hari, lebat 60-80 mm per hari, sangat lebat 80-100 mm per hari, dan curah hujan ekstrim yaitu lebih dari 100 mm per hari.

    ADVERTISEMENT

    "Dalam minggu ini baru (terjadi curah hujan ekstrim) bahkan di musim kemarau ini baru terjadi sekarang," kata Asep.

    Curah hujan ekstrim ini berdampak pada meluapnya aliran Sungai Ciliwung pada sore hari ini. Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, ketinggian air di pintu Katulampa mencapai 250 cm atau siaga 1 pada pukul 18.18 WIB.

    Meluapnya aliran Sungai Ciliwung terjadi sejak pukul 17.00 WIB, kemudian berangsur surut setelah mencapai puncaknya sekitar pukul 18.00 WIB.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Landai Angka Kasus Harian Covid-19, Angka itu Mengelabui Kita

    Pemerintah klaim kasus harian Covid-19 mulai melandai. Lalu mengapa pendiri LaporCovid-19 mengatakan bahwa angka itu tak ada artinya?