Airin Tambah PSBB Tangerang Selatan Sebulan Usai Banyak Warga Tak Patuh Protokol

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ikut mengantar pasangan calon Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan daftar Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Sabtu 5 September 2020. Pasangan BenPilar hadir di KPU diikuti simpatisan dan partai pendukung Partai Golkar, PPP, Partai Gelora dan Partai PBB. Tempo/Nurdiansah

    Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ikut mengantar pasangan calon Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan daftar Pilkada Tangerang Selatan 2020 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Serpong, Sabtu 5 September 2020. Pasangan BenPilar hadir di KPU diikuti simpatisan dan partai pendukung Partai Golkar, PPP, Partai Gelora dan Partai PBB. Tempo/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany memastikan perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB Tangerang Selatan hingga akhir Oktober 2020. Hal tersebut dilakukan karena presentasi PSBB masih kurang 25,62 persen.

    "Melihat dari capaian kepatuhan masyarakat pada PSBB ke 10 tahap 11 sampai Minggu 20 September 2020, rata-rata mencapai 74,38 persen. Angka ini sebenarnya cukup baik, akan tetapi masih terdapat 25, 62 persen masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan," kata Airin dalam keterangan tertulisnya Senin 21 September 2020.

    Dari angka 74,38 tersebut kata Wali Kota Tangsel Airin, angka RT masih dibawah 1. Sedangkan seperti di ketahui bersama menjelang akhir masa PSBB angka kasus cenderung naik dan ini ada kaitannya dengan kedisplinan atau ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (masih 25,62%).

    Baca juga : Gubernur Banten Memperpanjang PSBB Tangerang Raya, Ini Alasannya 

    "Sehingga kita masih memberlakukan PSBB kembali dan memastikan bahwa seluruh kegiatan yang melibatkan banyak orang harus dibatasi, itu dilakukan untuk mencegah kluster baru," ujarnya.

    Menurut Airin, sosialisasi mengenai protokol kesehatan terus dilakukan secara masif, pemeritah terus memberikan edukasi serta rekomendasi dan pertimbangan zona merah untuk kota Tangsel. Kemudian semua fasilitas pelayanan kesehatan pun ditambahkan.

    "Indikator surveilans seperti tracing dan tes terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan indikator pelayanan kesehatan yang memadai dan dilakukan di semua sarana kesehatan,"ungkapnya.

    Agar terhindar dari risiko terinfeksi, lanjut Airin, warga harus menjaga sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh sendiri bisa dibentuk melalui olahraga secara rutin, mencukupi asupan gizi. Mengonsumsi vitamin, melalui makanan yang mengandung vitamin A, E, C dan Zinc.

    "Untuk penggunaan masker sendiri, harus sesuai dengan ukuran wajah, pada saat tidak mengenakannya, masker dilarang untuk diletakkan di atas dagu. Lalu kita juga mengimbau agar masyarakat menggunakan masker dengan lapisan yang rapat dan menghindari masker dengan bahan berongga," imbuhnya.

    MUHAMMAD KURNIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Sukses yang Harus Diadopsi Pengusaha di Masa Pandemi Covid-19

    Banyak bisnis menderita di 2020 akibat pandemi Covid-19.