Siaga Banjir, DKI Andalkan Gerebek Lumpur dan Pompa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alat berat melakukan pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio, Jakarta, Senin, 21 September 2020. Pengerukan tersebut salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi pendangkalan waduk dan sebagai antisipasi terjadinya banjir saat musim penghujan tiba. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Alat berat melakukan pengerukan lumpur di Waduk Ria Rio, Jakarta, Senin, 21 September 2020. Pengerukan tersebut salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi pendangkalan waduk dan sebagai antisipasi terjadinya banjir saat musim penghujan tiba. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan pemerintah telah bersiaga mengantisipasi potensi banjir di Ibu Kota, sejak Maret tahun ini. Pemerintah pun membuat kegiatan Gerebek Lumpur untuk meningkatkan kapasitas sungai dan situ di Ibu Kota.

    "Kemarin sudah dilakukan Gerebek Lumpur di Waduk Ria Rio. Kami mengerahkan sejumlah peralatan baru yang kami punya di wilayah timur itu," kata Juaini di Balai Kota DKI, Rabu, 23 September 2020. Waduk Ria Rio berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur.

    Ia mengatakan setelah melakukan Gerebek Lumpur di Waduk Ria Rio, pemerintah bakal terus melanjutkan program ini ke kawasan lain. Selain pengerukan lumpur dan sampah, pemerintah juga bakal memaksimalkan pompa-pompa yang dimiliki pemerintah. Total ada 478 pompa yang dimiliki DKI, tersebar di berbagai wilayah.

    Namun, Juaini menambahkan, sebagian pompa tersebut perlu direhabilitasi karena telah berusia di atas 10 tahun. "Jadi sebagian memang perlu perawatan."

    Dinas SDA juga tengah mengejar target pembuatan 300 ribu sumur resapan hingga akhir tahun. Saat ini, kata dia, SDA baru menyelesaikan sekitar 4 ribu sumur resapan atau vertikal drainase itu. "Vendor penyedia sumur resapan baru ada dua. Nanti kami akan tambah vendor untuk mempercepat pembangunannya," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.