Klaster Hotel, Hiburan Malam, dan Pernikahan Muncul Selama PSBB Transisi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    Ilustrasi Hotel (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyampaikan munculnya klaster baru penularan Covid-19 di Jakarta selama PSBB transisi. Klaster baru itu adalah hotel, pesantren, hiburan malam, dan kegiatan pernikahan.

    "Ini beberapa contoh bermunculan klaster-klaster baru yang sebelumnya belum ada, yang artinya kita harus lebih waspada lagi," kata dia dalam dialog virtual yang dikutip Tempo, Jumat, 25 September 2020.

    Video dialog itu diunggah di akun Youtube BNPB Indonesia pada 23 September 2020. Dewi memaparkan data klaster penularan Covid-19 periode 4 Juni-12 September 2020 yang diterima dari Pemerintah DKI Jakarta.

    Data menunjukkan, klaster kegiatan pernikahan berada di peringkat ke-12 dengan temuan 25 orang positif atau 0,07 persen dari total kasus. Di peringat tiga terendah adalah hiburan malam (5 orang), pesantren (4 orang), dan hotel (3 orang) dengan persentase masing-masing 0,01 persen. Total ada 17 klaster di Jakarta.

    "Walaupun kecil, tapi tetap ini sebuah kegiatan, dan ternyata berpotensi jadi tempat penularan."

    Tiga pasien positif dari klaster hotel memang memiliki kontak di hotel terkait. Namun, hingga saat ini masih diselidiki sumber penularan virus corona.

    Klaster tiga tertinggi tetap berasal dari pasien rumah sakit, pasien di komunitas, dan perkantoran. Menurut dia, penularan keluarga masuk dalam klaster komunitas.

    PSBB transisi Jakarta berakhir pada 9 September. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan memperketat PSBB mulai 14 September. PSBB dimulai 28 September sampai 11 Oktober.

                                                       
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin