Daftar 17 Klaster Covid-19 Marak di Jakarta Selama PSBB Transisi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tampak mengenakan masker saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO), di tengah masa pandemi di kawasan perkantoran SCBD di Jakarta, Senin, 27 Juli 2020.  Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkantoran kini menjadi salah satu klaster penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman w

    Warga tampak mengenakan masker saat melintas di jembatan penyeberangan orang (JPO), di tengah masa pandemi di kawasan perkantoran SCBD di Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan perkantoran kini menjadi salah satu klaster penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. TEMPO/Hilman Fathurrahman w

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkap temuan klaster penularan baru virus Corona (klaster Covid-19) di DKI Jakarta.

    Menurut dia, klaster Covid-19 ini muncul pada masa pelaksanaan PSBB Transisi pada 4 Juni-12 September 2020.

    Informasi itu disampaikannya saat dialog virtual di akun Youtube BNPB Indonesia pada 23 September 2020. Dewi memaparkan data klaster penularan Covid-19 periode 4 Juni-12 September 2020 yang diterima dari pemerintah DKI Jakarta. Total ada 17 klaster

    "Yang paling banyak berasal dari kelompok yang datang ke pelayanan kesehatan," kata dia.

    Berikut daftar klaster Covid-19 beserta jumlah kasusnya:
    1. Pasien rumah sakit: 24.400 orang atau 63,46 persen
    2. Pasien di komunitas: 15.133 orang atau 39,36 persen
    3. Perkantoran: 3.194 orang atau 8,31 persen
    4. ABK/PMI: 1.641 orang atau 4,27 persen
    5. Pegawai di rumah sakit: 665 orang atau 1,73 persen
    6. Pasar: 622 orang atau 1,62 persen
    7. Pegawai di puskesmas: 220 orang atau 0,57 persen
    8. Asrama: 118 orang atau 0,31 persen
    9. Kegiatan keagamaan: 104 orang atau 0,27 persen
    10. Rumah tahanan: 63 orang atau 0,16 persen
    11. Panti asuhan: 36 orang atau 0,09 persen
    12. Kegiatan pernikahan: 25 orang atau 0,07 persen
    13. Sekolah: 19 orang atau 0,05 persen
    14. Pengungsian: 6 orang atau 0,02 persen
    15. Hiburan malam: 5 orang atau 0,01 persen
    16. Pesantren: 4 orang atau 0,01 persen
    17. Hotel: 3 orang atau 0,01 persen

    PSBB transisi Jakarta berakhir pada 9 September. Di hari itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan menarik rem darurat alias memperketat PSBB mulai 14 September.

    Dia lantas memperpanjang PSBB ketat terhitung sejak 28 September-11 Oktober.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berenang Saat Covid-19

    Ingin berenang saat pandemi Covid-19? Jangan takut! Berikut tipsnya.