Pengacara: Istri Ruslan Buton Meninggal karena Sakit

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa kasus ujaran kebencian Ruslan Buton mengikuti sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan secara teleconference, Kamis, 10 September 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    Terdakwa kasus ujaran kebencian Ruslan Buton mengikuti sidang putusan sela di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan secara teleconference, Kamis, 10 September 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Erna Yudhiana, 44 tahun, istri Ruslan Buton, terdakwa kasus ujaran kebencian, meninggal dunia karena sakit, pada Jumat, 25 September 2020.  Jenazahnya akan dimakamkan di Bandung.

    Kabar duka ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Ruslan Buton, Tonin Tachta Singarimbun lewat pesan singkat di Jakarta. "Kondisi almarhumah menurun, hingga pukul 8 sudah gawat dan pukul 9 wafatnya," kata Tonin.

    Baca Juga: Pelapor Ruslan Buton Sebut Indonesia Damai, Pengacara: Papua?

    Erna Yudhiana sempat hadir ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk memperjuangkan keadilan suaminya dengan mengajukan praperadilan pada Juli 2020.
    Ia datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sudah dalam kondisi sakit sehingga harus menggunakan kursi roda.

    Ruslan Buton tengah menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan perkara ujaran kebencian. Ruslan didakwa didakwa empat pasal alternatif oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

    Pertama, Pasal 45A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Kedua, Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Ketiga, Pasal 14 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dan keempat, Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

    Ruslan Buton ditangkap oleh tim Bareskrim Polri bersama Polda Sultra dan Polres Buton di Jalan Poros, Pasar Wajo Wasuba, Dusun Lacupea, Desa Wabula 1, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, pada Kamis, 28 Mei 2020.

    Dalam kasus ini, barang bukti yang disita polisi, yakni satu ponsel pintar dan sebuah KTP milik Ruslan.

    Bareskrim Polri kemudian menetapkan Ruslan Buton sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoaks dan ujaran kebencian terkait rekaman yang isinya meminta Presiden Joko Widodo untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI.

    Ruslan pun langsung ditahan di Rutan Bareskrim per Jumat, 29 Mei 2020 selama 20 hari hingga 17 Juni 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.