Hasil Tes Swab Kedua Negatif, Rektor IPB Masih Wajib Isolasi 10 Hari

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rektor IPB Arif Satria sedang menenteng tas dorong, saat dirinya tiba di kediamannya setelah sebelumnya menjalani perawatan dan isolasi di salah satu RS di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat 25 September 2020. Dok. Istimewa

    Rektor IPB Arif Satria sedang menenteng tas dorong, saat dirinya tiba di kediamannya setelah sebelumnya menjalani perawatan dan isolasi di salah satu RS di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jumat 25 September 2020. Dok. Istimewa

    TEMPO.CO, Bogor -Rektor IPB University, Arif Satria mengatakan hasil tes swab kedua yang dijalaninya negatif Covid-19. "Syukur Alhamdulillah hasil tes swab kedua saya menunjukkan bahwa saya dinyatakan negatif," kata Arif kepada Tempo melalui pesannya, Jumat 25 September 2020.

    Ia mengatakan sudah diperbolehkan pulang ke rumah setelah menjalani isolasi di RS EMC Sentul, Kabupaten Bogor. Ia menyatakan dapat kembali menjalani, serta mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai rektor.

    Baca Juga: Sebelum Positif Covid-19, Rektor IPB Seruangan dengan Sandiaga Uno

    Sebelumnya, Arif melakukan tes swab pada 18 September 2020 dan dinyatakan positif Covid keesokan harinya. Dia pun menjalani isolasi mandiri di kediamannya selama dua hari. Lalu pada tanggal 21 September 2020, Ari dijemput oleh petugas medis dan langsung dibawa ke RS EMC sentul.

    Ia menyebut meski sudah diperbolehkan pulang, untuk tetap menjalani protokol kesehatan dirinya tidak boleh langsung keluyuran tapi wajib isolasi mandiri kembali. "Saya akan menjalani isolasi mandiri selama 10 hari," ucap Arif.

    Ia mengucapkan syukur dan rasa terima kasihnya kepada semua kolega. Juga kepada pemerintah yang membantu proses selama menjalani isolasi mandiri di rumah maupun rumah sakit, sejak 19-24 September 2020.

    Ia pun meminta semua kembali mendoakan agar dia betul-betul pulih dan sehat seperti sediakala. "Saya juga mendoakan, semoga Allah senantiasa memberikan karunia kesehatan kepada Bapak, Ibu dan semuanya. Amin," kata dia.

    Informasi yang diperoleh Tempo dari Rektor Universitas Pakuan, Bibin Rubini, bahwa Arif Satria sempat mengeluhkan badannya kurang sehat pada 17 September 2020. Sehingga dia pun berhalangan hadir pada rapat pleno penetapan Sekda Kota Bogor. Lalu keesokan harinya, Arif yang juga Ketua Forum Rektor Indonesia, hadir di Webinar FRI dan hanya membuka. "Setelah membuka beliau langsung leave lagi," kata Bibin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin