SDA DKI Siapkan Sistem Pengolah Air Limbah Terpusat, Ini Lokasinya

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mengambil air di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) yang permukaannya dipenuhi limbah busa di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 29 Juni 2020. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan lautan busa putih di Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) karena endapan detergen limbah rumah tangga yang terangkat turbulensi arus dan di picu penutupan pintu aliran tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Warga mengambil air di aliran Kanal Banjir Timur (KBT) yang permukaannya dipenuhi limbah busa di Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin, 29 Juni 2020. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyatakan lautan busa putih di Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) karena endapan detergen limbah rumah tangga yang terangkat turbulensi arus dan di picu penutupan pintu aliran tersebut. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menyatakan tengah menyiapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan dan permukiman di Ibu Kota. Sistem pengolahan limbah tersebut terdiri dari pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan perpipaan.

    Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini Yusuf, mengatakan, IPAL ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pelayanan air limbah, perbaikan kualitas lingkungan pada air permukaan dan air tanah. "IPAL ini juga bisa menjadi sumber alternatif air baku sebagai sumber air bersih di lingkungan masyarakat," kata Juaini melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 25 September 2020.

    Baca Juga: 8.838 Rumah di Depok Tak Miliki Septic Tank, Terbanyak di Pusat Kota

    Menurut Juaini, pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi di Jakarta jika tidak disertai perbaikan sistem pengelolaan pembuangan air limbah domestik akan mengakibatkan pencemaran. Selain itu, perbaikan dan pengembangan sistem pengelolaan air limbah terpusat dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan lingkungan.

    "Keberadaan IPAL ini juga dapat mencegah timbulnya penyakit bawaan air yang disebabkan oleh buruknya kualitas air permukaan dan air tanah,” ujarnya.

    Juaini menjelaskan sistem pengolah limbah terpusat skala perkotaan dapat mengelola air limbah domestik dengan minimal layanan 20.000 jiwa. Sementara cakupan pelayanan sistem pengola limbah komunal skala permukiman, dapat mengelola air limbah domestik untuk melayani 500-6.000 jiwa untuk setiap SPALD-T permukiman yang terbangun.

    Pembangunan pengolah limbah tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) PUPR No.4 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik, sebagai pedoman bagi penyelenggara SPALD untuk memberikan pelayanan pengelolaan air limbah domestik kepada seluruh masyarakat.

    “Kami juga bekerja sama dengan PD PAL Jaya untuk meningkatkan sanitasi bagi masyarakat dengan melakukan pengolahan air limbah domestik sistem setempat melalui revitalisasi tangki septik," ujarnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.